Banyak orang mengatakan kalau penghasilan pekerja IT itu besar dan lapangan kerjanya cukup luas. Tidak mengherankan jika program studi informatika di berbagai perguruan tinggi peminatnya cukup banyak.
Melihat peluang bisnis yang cukup menggiurkan ini, perguruan tinggi lain yang belum punya program studi atau jurusan informatika pun ramai-ramai membuka program studi serupa.
Sampai-sampai ada kerancuan program studi di perguruan tinggi. Sudah punya program studi ILmu Komputer, eh belum puas juga. Akhirnya buka baru, program studi Teknik Informatika, Manajemen Informatika dan seabreg program studi lain yang juga pake embel-embel informatika.
Apakah laku? Wow, ternyata peminatnya juga banyak. Tidak kalah bersaing meski banyak program studi serupa. Lalu sebenarnya apa sih yang menjadi daya tarik program studi informatika ini?
Kalau diamati sepertinya tidak ada yang istimewa dengan program studi informatika, masih kalah dengan kedokteran. Rata-rata mata kuliah yang diajarkan juga sama. Masa studinya juga. Mungkin karena promosinya gencar kali ya?
Dari sisi calon mahasiswa, apa sebenarnya yang dicari? Sekedar gengsi, gagah-gagahan, biar cepat dapat kerja atau apa? Saya sendiri kurang tahu. Belum pernah melakukan penelitian soalnya.
Bisa dibilang lapangan kerja di bidang IT memang sangat luas. Bahkan hampir semua bidang pekerjaan bisa menyerap tenaga IT. Namun ternyata tidak semuanya bisa dipenuhi. Pengin tahu kenapa? Jawabnya sederhana saja:
“Mayoritas lulusan Informatika di Indonesia ini belum siap kerja!”
Ironis memang, di satu sisi lulusannya cukup banyak, tapi disisi lain yang memenuhi syarat alias benar-benar ahli hanya sedikit. Apa sih hebatnya lulus cepat atau cumlaude, tapi nggak punya keahlian sama sekali?
Bagaimana dengan saya sendiri? Sama saja, saya juga tidak punya keahlian spesifik, tapi untungnya bukan lulusan teknik informatika. ![]()
