Ngomong-ngomong soal pernikahan, saya jadi kepikiran rumus seperti judul di atas. Hehehe…kurang kerjaan ya? Ilustrasinya seperti ini. Si A adalah seorang pria yang pendiam, ketemu dengan seorang wanita, katakanlah si B, yang juga seorang pendiam.
Bagaimana seandainya A dan B ini menikah? Apakah nantinya rumah tangga mereka kayak kuburan? Wajar dong saya beranggapan seperti itu, mengingat keduanya memiliki tipe yang sama, yaitu sama-sama pendiam.
Ibaratnya pemain sepakbola, jika ada dua pemain yang memiliki tipe permainan sama tapi keduanya dimainkan oleh sang manajer, nantinya permainan tim tersebut nggak akan berkembang. Tidak akan terjalin kerjasama yang apik diantara mereka.
Kembali ke masalah pendiam di atas. Menurut teori yang pernah saya baca orang yang pendiam itu cenderung menutup diri. Jarang sekali ia mengungkapkan isi hatinya kepada orang lain. Setiap kali menghadapi masalah pasti akan dipendam dalam hati.
Orang lain menganggap si pendiam ini orang yang sombong. Nggak suka bergaul dengan orang lain. Nggak pernah ngumpul dengan teman-temannya. Padahal sebenarnya mungkin nggak seperti itu. Bisa saja kan si pendiam ini memang nggak percaya diri.
Tapi sepertinya skenario tersebut di atas jarang terjadi. Mengapa saya katakan demikian? Karena yang saya lihat kebanyakan orang yang pendiam itu menikahnya dengan orang yang agak “cerewet”.
Hasilnya rumah tangga mereka jadi “berwarna”, saling melengkapi satu sama lain. Jadi rumusnya adalah “PENDIAM + CEREWET = IDEAL”. Hehehe… bener nggak sih?
Bagaimana seandainya kejadiannya malah seperti ini, CEREWET + CEREWET ? Wah pasti rumah tangganya ramai sekali. Bisa terjadi Perang Dunia III nih. Atau perang bintang malah, ada piring terbang soalnya. ![]()

April 17th, 2008 at 5:30 am
Saranku kamu nyarinya yang agak cerewet yu ….
Wahyu:
Hm… dan yang cakep tentunya.