Google Kok Pilih Kasih Ya

Saya sedikit heran dengan blog ini. Hanya dalam hitungan menit setelah saya selesai posting ternyata sudah nongol di Google. Beda sekali dengan blog saya yang satu lagi, lama sekali baru bisa masuk indeks Google.

Padahal sepertinya kedua blog tersebut tidak jauh berbeda. Sama-sama pakai Wordpress, plugin yang saya install pun sama. Tapi kok perlakuan Google beda ya. Jangan-jangan Google ini pilih kasih nih?

Bedanya di blog ini, Wordpress saya install di document root, sedangkan di blog satunya lagi saya sengaja menginstalnya di direktori tersendiri. Apakah ini yang menjadi penyebabnya? Tapi kayaknya bukan karena hal ini.

Ngomong-ngomong, ini plugin yang saya pakai:

Rasanya tidak ada yang aneh dengan plugin di atas. Saya pikir semuanya cukup standar. Jadi sementara ini saya menyimpulkan kalau permasalahannya terletak di Google. Entah apa penyebabnya saya sendiri belum tahu.

Atau barangkali ada yang tahu kenapa bisa seperti ini?

Pendiam + Pendiam = ?

Ngomong-ngomong soal pernikahan, saya jadi kepikiran rumus seperti judul di atas. Hehehe…kurang kerjaan ya? Ilustrasinya seperti ini. Si A adalah seorang pria yang pendiam, ketemu dengan seorang wanita, katakanlah si B, yang juga seorang pendiam.

Bagaimana seandainya A dan B ini menikah? Apakah nantinya rumah tangga mereka kayak kuburan? Wajar dong saya beranggapan seperti itu, mengingat keduanya memiliki tipe yang sama, yaitu sama-sama pendiam.

Ibaratnya pemain sepakbola, jika ada dua pemain yang memiliki tipe permainan sama tapi keduanya dimainkan oleh sang manajer, nantinya permainan tim tersebut nggak akan berkembang. Tidak akan terjalin kerjasama yang apik diantara mereka.

Kembali ke masalah pendiam di atas. Menurut teori yang pernah saya baca orang yang pendiam itu cenderung menutup diri. Jarang sekali ia mengungkapkan isi hatinya kepada orang lain. Setiap kali menghadapi masalah pasti akan dipendam dalam hati.

Baca selengkapnya

Angka Pengangguran di Indonesia Tinggi, Tanya Kenapa?

Dari tahun ke tahun jumlah pengangguran di Indonesia bukannya turun tapi malah semakin naik. Angkanya saya sendiri tidak tahu secara pasti. Yang jadi pertanyaan, kenapa bisa seperti ini sih?

Menurut saya ada beberapa faktor yang menyebabkan bisa seperti itu, yaitu:

1. Pemalas

KIta malas berusaha. Gimana mau dapat pekerjaan kalau malas membuat lamaran kerja. Gimana mau diterima kalau asal-asalan dalam membuat lamaran. Kalau memang mau menjadi pegawai harusnya kita serius dalam mempersiapkan diri.

Mulai dari menulis lamaran, tes seleksi hingga wawancara semuanya harus dipersiapkan secara sungguh-sungguh.

2. Suka pilih-pilih jenis pekerjaan

Maunya bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikan. Gengsi katanya. Wajar dong kalau pekerjaan nggak dapet-dapet juga. Yang lebih parah lagi adalah kebiasaan menyogok untuk mendapatkan kerja sesuai dengan yang diinginkan.

Baca selengkapnya

Gara-Gara Hujan

Hampir semua orang mengeluh jika turun hujan. Saya pun kadang-kadang demikian. Tanpa sebab apapun seringkali kita menyalahkan hujan. Kalau hujan nggak turun, pasti cucian sudah kering. Wah, saya nggak jadi pergi nih, hujan sih.

Terkadang hujan menjadi alasan yang jitu untuk menghindar dari kewajiban yang seharusnya kita kerjakan. Entah itu berangkat ke kantor, ke kampus ataupun ke sekolah. Biar saja, nggak usah berangkat. Pasti mereka pada maklum, soalnya kan hujan.

Apa salah hujan hingga menjadi kambing hitam seperti ini? Tidakkah kita berpikir gimana seandainya hujannya ngambek dan nggak mau turun lagi? Lagi-lagi kita pasti juga akan menyalahkan hujan kalau tidak turun. Benar bukan?

Dibalik itu semua saya yakin pasti ada juga yang sangat bersyukur dengan adanya hujan. Salah satunya mungkin tukang becak yang saya lihat sore tadi saat terjebak hujan di sebuah swalayan di Jogja.

Gimana tidak? Lha wong ia jadi punya uang banyak dalam waktu yang relatif singkat. Nggak sampai 2 jam ia bisa mendapatkan rupiah yang lumayan banyak.

Baca selengkapnya

Wow, Eclipse Beratnya Minta Ampun

Saya sebenarnya sangat menyukai Eclipse. Bisa dibilang Eclipse adalah editor serbaguna. Semuanya ada di editor tersebut dan fiturnya pun sangat komplit. Yang lebih menyenangkan lagi adalah kita bisa menginstall plugin yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Berhubung saya sering memakai PHP, saya menggunakan plugin PDT (PHP Development Tool). PDT ini merupakan plugin yang pertama memikat hati saya. Fitur-fitur yang ditawarkan sangat menarik. Iseng-iseng saya lalu menginstal plugin tersebut.

Ternyata tidak bohong, benar-benar menarik dan sangat powerful. Ini dia, fitur yang saya kagumi tersebut:

  • Project management
  • Code completion
  • Syntax highlighting

Ketiga fitur di atas memang hampir semua editor memilikinya. Namun di Eclipse ini, saya merasa kemampuan yang dimiliki oleh plugin lebih dahsyat lagi. Anda tidak akan mengerti kalau belum mencobanya.

Baca selengkapnya

Page 12 of 16« First...«1011121314»...Last »

Posting Terbaru

Komentar

    • boyocreative: thanks buat infonya nih mas... saya newbie di dunia blog. ...
    • aning: gimana caranya gabung?saya ingin sekali join ...
    • Wahyu Wibowo: Ide yang cemerlang ... ...
    • bocahmiring: bagaimana kalau digabung? jadi mobile web application? platform independent, jadi ndak ...
    • Ms.Sinaga: Hi, saya mampir kesini setelah meng-google PNS. Saya sedih banget, ...
    • Yana: Kenapa judul 'kotor' pake tanda kutip ya? Bukankah bengkel motor memang ...
    • Yana: Mau sharing aja nih. Aku dulu sempet kursus bahasa Inggris di ...
    • Yana: Bener! Temenku jd PNS di Depnaker jg murni krn lolos tes, ...
    • Yana: Syaratnya teknisnya ga ada ya?! ...
    • Kang Nur: wah, saya belum dapat uang dari ngeblog. belum pasang iklan. ...