Banyak orang bilang memulai usaha sendiri itu sangat berat. Tantangannya banyak sekali. Apalagi jika sebelumnya kita tidak memiliki pengalaman sama sekali dalam berbisnis. Atau mungkin kondisi lingkungan yang kurang bersahabat.
Itu memang benar.
Saya sendiri mengalami masalah tersebut. Saya terlahir dalam keluarga yang mayoritas berprofesi sebagai PNS. Mulai dari ayah, kakak, paman dan bibi hingga kakek saya, rata-rata bekerja sebagai PNS. Kalau tidak jadi guru, polisi, perawat di rumah sakit, tentu jadi pegawai di pemerintahan.
Itu sebabnya mereka juga berkeinginan agar saya juga mengikuti jejak mereka, menjadi PNS. Meskipun saya sendiri kurang berminat untuk menjadi PNS namun demi menjaga “stabilitas” keluarga, saya turuti juga saran tersebut.
Dan ternyata, nasib saya tidak beruntung seperti mereka. Dari sekian kali mengikuti seleksi CPNS tidak satu pun yang berhasil. Alhamdulillah….
Pernah satu ketika saya utarakan ide saya untuk berwirausaha. Duh, ditentang habis-habisan. Mereka berpandangan bisnis itu sebaiknya jadi pekerjaan sambilan saja. Barangkali pemikiran ini masih banyak dianut oleh para orang tua.
Apa boleh buat. Daripada ribut, lebih baik saya mulai bisnis saja secara diam-diam. Hingga sekarang aman, tidak ada reaksi negatif dari mereka (entah nanti).
Kadang-kadang terselip juga rasa kekhawatiran dalam diri saya, gimana kalau bisnis ini gagal. Bisa hancur nih. Belum lagi tabungan di bank sudah mulai menipis. Gimana kalau modalnya benar-benar habis?
Namun ada hal lain yang lebih membuat frustasi daripada itu. Yaitu jika orang tua sudah membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain yang lebih sukses (menjadi pegawai). Atau menghadapi pertanyaan, “Kerja dimana sekarang”.
Saya hanya bisa menghibur diri sambil berkata dalam hati, “Tunggulah saatnya nanti, kalian semua pasti akan terkejut dengan kesuksesan saya”.
Barangkali teman-teman yang lagi semangat berwirausaha menghadapi masalah serupa. Saya mempunyai tips gimana menyiasati problem tersebut.
1. Fokus Pada Tujuan
Meskipun sulit, saya selalu berusaha untuk tidak menanggapi omongan lingkungan sekitar yang cenderung melemahkan semangat berbisnis saya.
2. Banyak Berdoa
Nah, ini yang terpenting. Berdoa, memohon agar bisnis yang kita bangun bisa berhasil dan bermanfaat bagi banyak orang.
3. Baca Buku Motivasi
Jika semangat bisnis kita mulai mengendor, ada baiknya istirahat sejenak sambil memperbanyak baca buku-buku tentang motivasi. Baca juga kisah-kisah pebisnis yang telah sukses. Hal tersebut banyak membantu.
4. Yakin Pasti Berhasil
Kita harus yakin bahwa apa yang kita usahakan itu pasti berhasil.
“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, sampai kaum itu merubah nasibnya sendiri.” (QS. Ar-Ra’d:11)
“Hendaklah kamu berdagang, karena di dalamnya terdapat 90 persen pintu rezeki.” (HR Ahmad)
“Sesungguhnya sebaik-baik usaha adalah usaha perdagangan (entrepreneur).” (HR Baihaqi)
“Kemauan menjadikan seseorang sabar, tak kenal rugi dalam segala hal, tabah menghadapi kesulitan yang datang bertubi-tubi, kuat untuk mencapai segala yang dicita-citakan demi kebaikan dan perbaikan hidupnya.” (Musthofa Al Gholayaini)
“Orang yang punya cita-cita pasti akan memperoleh apa yang dicita-citakan walau tak seluruhnya.” (As Syu’ba)
