Pernahkah Anda membayangkan gimana seandainya tidak ada mesin fotokopi? Tentunya repot sekali. Benarkah demikian?
Saya jadi berpikir. Dulu sebelum ada mesin fotokopi seperti apa ya? Mungkinkah semuanya ditulis tangan. Bagaimana rasanya menyalin buku yang tebal. Sanggupkah Anda jika disuruh mencatat 100 halaman sehari? Wah, capek deh. Apa iya seperti itu?
Jaman memang sudah berubah. Coba saja anak sekarang disuruh menyalin buku. Tidak usah banyak-banyak. Cukup 5 halaman saja. Pasti mengeluh. Alasannya capek, nggak ada waktu, buang-buang waktu, dan sebagainya.
Kalau dipikir-pikir mencatat itu manfaatnya banyak sekali lho. Peribahasa mengatakan, sambil menyelam minum air. Saya rasa peribahasa tersebut cocok sekali jika diterapkan pada kasus ini. Maksudnya adalah kita bisa belajar sambil mencatat. Selain dapat ilmunya kita juga punya catatan. Hemat waktu bukan?
Coba bandingkan dengan fotokopi? Apakah setelah difotokopi materi tersebut langsung dipelajari? Hebat kalau bisa seperti itu. Kebanyakan langsung disimpan. Dibaca nanti kalau mau ujian saja. Iya, kan? Ngaku saja deh… Saya juga seperti itu kok, hehehe…
Dulu waktu sekolah di SD dan SMP saya belum begitu mengenal yang namanya mesin fotokopi. Maklumlah sekolah pedesaan. Apa-apa harus saya catat di buku tulis. Tapi baru sekarang saya menyadari manfaatnya. Ternyata beda banget dengan fotokopi.
Saya bisa mengingat materi pelajaran yang saya catat tersebut lebih cepat dan lebih lama. Bahkan sekali baca saja langsung nyangkut di otak. Efeknya pas ujian saya tak perlu lagi capek-capek menghafal pelajaran.
Berbeda halnya waktu kuliah. Saya selalu mengandalkan fotokopi. Terbukti memang, saya harus membacanya berkali-kali baru paham isinya. Dan waktu mau ujian, ternyata sudah lupa lagi. Duh, kok jadi begini ya?
Tahu nggak, kenapa orang jaman dulu tulisan tangannya bagus-bagus? Mungkin ini ada hubungannya dengan kebiasaan mencatat. Semakin sering mencatat makin bagus tulisannya. Bukankah begitu?
Lalu apakah kita tidak butuh mesin fotokopi? Tentu saja butuh dong. Selama kita bisa memilah-milah mana yang sebaiknya kita catat, mana yang perlu difotokopi, saya rasa nggak masalah. Yang terpenting jangan sampai kita jadi tergantung dengan fotokopi.
Bagaimana menurut Anda?
