Sejak SD hingga SMA saya tidak begitu suka dengan pelajaran bahasa Indonesia. Alasannya cuma satu, saya nggak begitu suka mengarang. Padahal kita tahu dalam pelajaran tersebut selalu ada mengarangnya, entah itu mengarang puisi, prosa, drama, dan sebagainya.
Saya selalu kehabisan ide jika disuruh mengarang. Apalagi dalam setiap pelajaran mengarang Bapak/Ibu Guru pasti sudah menentukan temanya. Kita tidak diperbolehkan menentukan tema sendiri. Dan pada umumnya tema yang dipilih itu tidak terlalu menarik.
Belum lagi adanya keharusan untuk membuat kerangka karangan terlebih dahulu sebelum mulai menulis. Haruskah kita selalu menuruti aturan-aturan itu setiap kali menulis? Menurut saya itu terlalu merepotkan. Kenapa tidak langsung menulis saja? Pertanyaan itu yang selalu ada dalam pikiran saya waktu itu.
Di saat teman-teman saya sudah hampir selesai dengan pekerjaannya, saya masih pusing menentukan apa yang harus ditulis. Itu kondisi yang saya alami waktu sekolah dulu.
Saya yakin cukup banyak orang yang mengalami kesulitan dalam menentukan ide tulisan. Bisa dibilang mencari ide tulisan itu gampang-gampang susah. Seringkali saat kita sedang dalam kondisi tidak siap untuk menulis, ide-ide tersebut justru muncul di pikiran kita. Namun sebaliknya, saat dibutuhkan, ide tersebut malah menguap begitu saja.
Mungkin ada baiknya kita meniru kebiasaan para penulis sukses yang selalu bawa catatan dan alat tulis kemana pun pergi. Paling tidak kita bisa mencatat ide-ide yang muncul agar tidak hilang begitu saja.
Sudah dulu ah tulisannya, lagi kehabisan ide nih… ![]()
