Kalau saya perhatikan, sekarang ini kok sepertinya tayangan sinetron di televisi makin tak terkendali ya. Sekedar mencari popularitas tampaknya. Mutunya gimana? Kurang diperhatikan. Bahkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sangat meracuni generasi muda.
Salah satu contoh yang ingin saya bahas disini adalah sinetron yang berjudul “Guruku …” di salah satu stasiun televisi swasta. Sengaja judulnya saya bikin nggak lengkap, silakan di terka sendiri.
Sinetron yang saya maksud kalau nggak salah inti ceritanya adalah tentang hubungan antara seorang guru (cewek) dengan siswa (cowok tentunya). Di situ digambarkan ada seorang siswa yang naksir gurunya yang cantik. Dan celakanya sang guru ternyata ada rasa juga ke muridnya itu. Dan selanjutnya seperti itulah…
Yang jadi pertanyaan, kok sinetron seperti ini ditayangkan sih?
Coba dipikir baik-baik. Apa hal ini tidak merusak citra guru (khususnya guru wanita dan masih muda). Apa jadinya kalau ini dicontoh oleh pelajar-pelajar di Indonesia ini? Waduh, bisa parah nantinya…
Meskipun tidak bisa dipukul rata, tetapi saya amati sekarang ini mental para pelajar di Indonesia (khususnya yang saya lihat) makin payah saja. Kerjanya membolos, hura-hura, merokok, dan sebagainya. Yah, wajar saja kalau kualitas lulusannya dipertanyakan.
Memang tidak semuanya seperti itu. Tapi realitas yang saya lihat menunjukkan gejala seperti itu.
Kembali ke masalah sinetron tadi. Menurut saya sinetron yang saya sebutkan tadi tidak layak untuk ditayangkan di televisi. Selain temanya tidak menarik, nilai-nilai yang dikandung juga sangat merusak mental pelajar.
Bagaimana menurut Anda?
