<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Wahyu Wibowo on The Net</title>
	<atom:link href="http://www.wahyuwibowo.net/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.wahyuwibowo.net</link>
	<description>Belajarlah ilmu dan ajarkan pada manusia (Umar bin Khathab)</description>
	<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 23:45:37 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Konvoi dan Aksi Corat-Coret</title>
		<link>http://www.wahyuwibowo.net/konvoi-dan-aksi-corat-coret</link>
		<comments>http://www.wahyuwibowo.net/konvoi-dan-aksi-corat-coret#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 08:28:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wahyuwibowo.net/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Kok ada konvoi di jalan depan rumah saya ya? Kampanye kah? Oh ternyata bukan. Cuma beberapa pelajar yang iseng. Saya baru teringat kalau hari ini ada pengumuman kelulusan pelajar SMA/SMK kelas tiga.
Di banyak daerah, termasuk Jogja, konvoi dan corat-coret merupakan tradisi turun-temurun yang biasa terjadi pada saat pengumuman kelulusan. SMP atau SMA sama saja. Ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kok ada konvoi di jalan depan rumah saya ya? Kampanye kah? Oh ternyata bukan. Cuma beberapa pelajar yang iseng. Saya baru teringat kalau hari ini ada pengumuman kelulusan pelajar SMA/SMK kelas tiga.</p>
<p>Di banyak daerah, termasuk Jogja, konvoi dan corat-coret merupakan tradisi turun-temurun yang biasa terjadi pada saat pengumuman kelulusan. SMP atau SMA sama saja. Ada sebagian pelajar yang meluapkan kegembiraan dengan cara ini.</p>
<p>Saya tidak tahu kalau pelajar SD  lulus pakai cara ini atau nggak. Soalnya saya belum pernah melihat hal ini terjadi pada mereka.</p>
<p><span id="more-75"></span></p>
<p>Dulu waktu jaman saya, banyak juga yang melakukan konvoi dan aksi corat-coret seperti yang saya lihat barusan. Bahkan mungkin lebih banyak dibandingkan sekarang (karena BBM mahal kali, ya&#8230;).</p>
<p>Menurut berita yang saya baca di Detikcom, jumlah pelajar SMA/SMK yang tidak lulus meningkat dibanding tahun lalu. Untuk DIY yang tidak lulus mencapai 4000-an atau sekitar 10 persen. Paling banyak dari tingkat SMK.</p>
<p>Banyak kalangan yang menilai bahwa kenaikan tersebut cukup wajar mengingat jumlah mata pelajaran yang diujikan tahun ini lebih banyak dibanding sebelumnya.</p>
<p>Yang jelas hasil ujian seperti ini tidak bisa dijadikan patokan untuk menilai apakah seorang siswa gagal atau tidak dalam studinya. Ada banyak faktor lain yang seharusnya juga menjadi pertimbangan, misalnya saja tingkat kreativitas siswa, prestasi siswa dalam bidang lain, akhlaknya dan sebagainya.</p>
<p>Kembali ke masalah konvoi dan aksi corat-coret di atas. Menurut pendapat saya tidak seharusnya siswa yang terpelajar melakukan hal-hal seperti itu. Kalau pelajar tersebut bisa menggunakan nalarnya dengan baik saya yakin ia tidak akan melakukan perbuatan tersebut.</p>
<p>Apa sih untungnya melakukan konvoi keliling kota dan mencorat-coret baju seragam? Seorang pelajar yang baik seharusnya bisa berpikir bahwa di saat harga-harga kebutuhan serba mahal seperti ini tidak pada tempatnya jika melakukan perbuatan hura-hura seperti itu.</p>
<p>Coba dipikirkan. Untuk konvoi pakai sepeda motor apakah tidak pakai BBM. Darimana uang yang ia pakai untuk membelinya. Usaha sendiri? Saya kok tidak yakin akan hal itu. Kebanyakan pastilah minta kepada orang tuanya.</p>
<p>Belum lagi seragam yang dicorat-coret. Apa sih manfaat yang bisa didapatkan dengan mencoret-coret baju seperti itu. Yang ada justru itu akan mencoreng citra pelajar di mata masyarakat.</p>
<p>Konvoi boleh saja, tapi gunakan cara yang lebih simpatik. Misalnya saja konvoi pakai sepeda. Tapi bajunya jangan dicorat-coret. Barangkali ini lebih baik&#8230; <img src='http://www.wahyuwibowo.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wahyuwibowo.net/konvoi-dan-aksi-corat-coret/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Belanda 3, Italia 0</title>
		<link>http://www.wahyuwibowo.net/belanda-3-italia-0</link>
		<comments>http://www.wahyuwibowo.net/belanda-3-italia-0#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 04:29:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wahyuwibowo.net/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Banyak yang memprediksi hasil pertandingan sepakbola tadi malam antara Belanda melawan Italia akan berakhir seri. Namun ternyata hasilnya benar-benar di luar dugaan. Belanda menang, 3 gol tanpa balas.
Barangkali kalau skornya tipis masih wajar, mengingat teknik dan kualitas pemain kedua tim ini cukup berimbang. Tapi begitulah sepakbola. Banyak hal yang tidak terduga. Tentunya Anda masih ingat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak yang memprediksi hasil pertandingan sepakbola tadi malam antara Belanda melawan Italia akan berakhir seri. Namun ternyata hasilnya benar-benar di luar dugaan. Belanda menang, 3 gol tanpa balas.</p>
<p>Barangkali kalau skornya tipis masih wajar, mengingat teknik dan kualitas pemain kedua tim ini cukup berimbang. Tapi begitulah sepakbola. Banyak hal yang tidak terduga. Tentunya Anda masih ingat Euro tahun 2004 lalu kan? Siapa menyangka kalau Yunani yang justru jadi kampiun?</p>
<p>Saya sendiri tidak menonton pertandingan Belanda dan Italia tadi malam. Saya hanya tertarik dengan hasil pertandingannya. Kalau harus begadang, nanti dulu. Lihat dulu tim mana yang akan bertanding. Kalau yang bertanding Jerman, baru saya mau menonton.</p>
<p><span id="more-74"></span></p>
<p>Siapa tidak kenal dengan tim Italia? Italia merupakan tim yang terkenal dengan strategi bertahan. Apalagi kalau menghadapi tim-tim tangguh, pastilah mereka tidak berani bermain terbuka. Hanya sekali-sekali saja mereka berani menyerang keluar. Bisa dibilang sangat sulit menembus pertahanan Italia.</p>
<p>Namun sebaliknya, Belanda adalah tim dengan tipe menyerang. Mereka mempunyai filosofi menyerang adalah cara bertahan yang paling baik. Belanda ini sangat terkenal dengan <em>total football</em>-nya. Banyak yang suka dengan permainan Belanda karena tidak membosankan.</p>
<p>Yang jelas, tadi malam strategi bertahan gaya Italia kalah melawan Belanda. Terlepas dari kontroversi gol pertama yang katanya offside, tapi toh mereka tetap saja kalah. Dan itu harus mereka terima dengan lapang dada.</p>
<p>Saya cukup kagum dengan strategi jitu yang diterapkan oleh pelatih Belanda. Walaupun tidak diperkuat oleh beberapa pemain andalannya yang cedera, akhirnya mereka bisa mengawali pertandingan dengan hasil yang gemilang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wahyuwibowo.net/belanda-3-italia-0/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ada Yang Baru Dari Google</title>
		<link>http://www.wahyuwibowo.net/ada-yang-baru-dari-google</link>
		<comments>http://www.wahyuwibowo.net/ada-yang-baru-dari-google#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 12:45:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wahyuwibowo.net/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Ada sedikit perubahan di website Google.Com. Perubahan ini memang tidak terlalu mencolok dan barangkali kalau tidak teliti kita tidak akan mengetahuinya. Anda tahu perubahan apa itu?
Silakan buka website Google.Com kalau ingin tahu. Harap memakai browser Firefox atau Opera, karena jika pakai IE perubahan tersebut nggak akan nampak.
Anda tahu apa yang berubah?
Coba Anda lihat di bagian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada sedikit perubahan di website Google.Com. Perubahan ini memang tidak terlalu mencolok dan barangkali kalau tidak teliti kita tidak akan mengetahuinya. Anda tahu perubahan apa itu?</p>
<p>Silakan buka website Google.Com kalau ingin tahu. Harap memakai browser Firefox atau Opera, karena jika pakai IE perubahan tersebut nggak akan nampak.</p>
<p>Anda tahu apa yang berubah?</p>
<p>Coba Anda lihat di bagian Address Bar. Tidak seperti biasanya, sekarang berupa gambar huruf g kecil.  Saya sendiri kurang tahu mulai kapan perubahan tersebut terjadi. Tetapi yang jelas saya baru tahu kemarin.</p>
<p>Ini dia perbandingan gambar favicon lama dan yang baru tersebut.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-71" title="google-favicons" src="http://www.wahyuwibowo.net/wp-content/uploads/2008/06/google-favicons.png" alt="New Google favicon" width="48" height="28" /></p>
<p>Gambar di sebelah kiri adalah favicon Google yang lama, berupa huruf <strong>G</strong> dengan tulisan kapital. Nah, gambar disebelahnya adalah favicon yang baru, huruf <strong>g</strong> kecil yang berwarna biru (tidak pakai kotak). Anda lebih suka yang mana?</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-72" title="google" src="http://www.wahyuwibowo.net/wp-content/uploads/2008/06/google.gif" alt="google" width="276" height="110" /></p>
<p>Sepertinya favicon yang baru tersebut mengambil karakter keempat dari tulisan pada gambar di atas. Bagaimana pendapat Anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wahyuwibowo.net/ada-yang-baru-dari-google/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Masih Menganggur? Nikmati Saja!</title>
		<link>http://www.wahyuwibowo.net/masih-menganggur-nikmati-saja</link>
		<comments>http://www.wahyuwibowo.net/masih-menganggur-nikmati-saja#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 02:15:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wahyuwibowo.net/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Baru saja saya mengecek statistik blog ini lewat Google Analytic. Ternyata, mayoritas pengunjung menemukan blog saya ini melalui kata kunci &#8220;pengangguran&#8221;, dan ini dia posting aneh yang paling sering dibaca.
Saya jadi berpikir, jangan-jangan pengunjung blog ini sebagian besar adalah pengangguran. Apa benar begitu?
Yah, kalau memang iya begitu, saya cuma bisa kasih satu saran, NIKMATI SAJA. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru saja saya mengecek statistik blog ini lewat Google Analytic. Ternyata, mayoritas pengunjung menemukan blog saya ini melalui kata kunci &#8220;pengangguran&#8221;, dan <a href="http://www.wahyuwibowo.net/angka-pengangguran-di-indonesia-tinggi-tanya-kenapa">ini dia</a> posting aneh yang paling sering dibaca.</p>
<p>Saya jadi berpikir, jangan-jangan pengunjung blog ini sebagian besar adalah pengangguran. Apa benar begitu?</p>
<p>Yah, kalau memang iya begitu, saya cuma bisa kasih satu saran, NIKMATI SAJA. Saran yang aneh bukan? Iya, memang benar kalau masih menganggur dan belum juga dapat pekerjaan, nikmati saja dan jangan terlalu dipikirkan.</p>
<p><span id="more-68"></span></p>
<p>Semua orang tentu tidak ingin menjadi pengangguran. Kenapa demikian? Karena pengangguran itu identik dengan hal-hal yang serba negatif. Menjadi beban keluarga, masyarakat, negara, tidak produktif dan sebagainya. Pengin seperti itu? Tidak bukan?</p>
<p>Selain itu menganggur adalah momok yang sangat menakutkan bagi siapa saja. Pelajar yang sudah tamat SMA pasti takut menganggur dan tidak dapat pekerjaan yang layak. Lebih menakutkan lagi adalah sarjana yang menganggur. Sudah kuliahnya lama dan menghabiskan banyak duit, eh&#8230; setelah lulus malah menganggur.</p>
<p>Pegawai yang sudah memasuki masa pensiun pun nggak ketinggalan. Takut juga, setelah pensiun mau ngapain? Nganggur dong? Tak heran pegawai yang sudah pensiun itu banyak yang terkena stroke. Stress karena tidak siap dengan kehidupan masa pensiun.</p>
<p>Sebenarnya cara mensiasati hal tersebut cukup mudah. Yah, itu tadi, cukup dinikmati saja. Cari aktivitas yang kira-kira bisa membuat kita lupa dengan status pengangguran tersebut. Syukur-syukur bisa bikin aktivitas yang bisa mendatangkan uang. Tentu lebih menyenangkan bukan, daripada sibuk memikirkan status pengangguran tersebut?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wahyuwibowo.net/masih-menganggur-nikmati-saja/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sarjana Muda</title>
		<link>http://www.wahyuwibowo.net/sarjana-muda</link>
		<comments>http://www.wahyuwibowo.net/sarjana-muda#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 May 2008 01:31:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wahyuwibowo.net/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Berjalan seorang pria muda, dengan jaket lusuh di pundaknya
Disela bibir nampak mengering, terselip sebatang rumput liar
Saya suka sekali mendengarkan lagu ini. Mengingatkan saya waktu semangat-semangatnya cari kerja. Saat hati lagi gundah dan gelisah, hanya lagu ini pula yang setia menemani (wow, puitis sekali dab). Sekarang pun saya lagi memutar lagu ini di komputer.
Yah, itung-itung untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Berjalan seorang pria muda, dengan jaket lusuh di pundaknya</p>
<p>Disela bibir nampak mengering, terselip sebatang rumput liar</p></blockquote>
<p>Saya suka sekali mendengarkan lagu ini. Mengingatkan saya waktu semangat-semangatnya cari kerja. Saat hati lagi gundah dan gelisah, hanya lagu ini pula yang setia menemani (wow, puitis sekali dab). Sekarang pun saya lagi memutar lagu ini di komputer.</p>
<p>Yah, itung-itung untuk menyindir diri sendiri. <img src='http://www.wahyuwibowo.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> Daripada menyindir orang lain, itu kan nggak baik. Ada yang merasa tersindir nggak dengan lagu Iwan Fals ini? Kalau tersindir silakan protes ke Iwan Fals ya, jangan protes di blog ini.</p>
<p>Buat temen-temen yang masih berkelana kesana kemari tanpa tujuan yang jelas silakan menghafal lagu ini dulu. Biar nggak kesepian. Biar dalam perjalanan sedikit terhibur. Walah, kok malah ngaco&#8230; Ayo semangat!</p>
<p>Entah apa yang ada di pikiran Iwan Fals waktu menulis lagu ini. Apa mungkin waktu itu dia lagi kesulitan mencari kerja? He he he &#8230; nggak tahu lah. Yang jelas lirik lagunya cukup bagus dan tidak bosenin.</p>
<p>Biasanya sehabis lagu Sarjana Muda selesai, saya lanjutkan dengan memutar lagu Buku Ini Aku Pinjam. Hem, bikin hati tambah melayang-layang&#8230; <img src='http://www.wahyuwibowo.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wahyuwibowo.net/sarjana-muda/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hikmah Dibalik Ujian</title>
		<link>http://www.wahyuwibowo.net/hikmah-dibalik-ujian</link>
		<comments>http://www.wahyuwibowo.net/hikmah-dibalik-ujian#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 20:42:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Topik Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wahyuwibowo.net/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini mendengar kata ujian saja barangkali sudah cukup membuat deg-degan para pelajar. Alhamdulillah ujian sudah terlewati. Tinggal harap-harap cemas menunggu hasilnya.
Cukup wajar jika para pelajar agak was-was dengan ujian nasional tahun ini. Standar kelulusan yang bisa dibilang cukup tinggi yang jadi penyebabnya. Kalau nggak salah untuk SMA standarnya rata-rata 5,25 untuk enam mata pelajaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir-akhir ini mendengar kata ujian saja barangkali sudah cukup membuat deg-degan para pelajar. Alhamdulillah ujian sudah terlewati. Tinggal harap-harap cemas menunggu hasilnya.</p>
<p>Cukup wajar jika para pelajar agak was-was dengan ujian nasional tahun ini. Standar kelulusan yang bisa dibilang cukup tinggi yang jadi penyebabnya. Kalau nggak salah untuk SMA standarnya rata-rata 5,25 untuk enam mata pelajaran tanpa ada nilai di bawah 4,25.</p>
<p>Tak bisa dihindari, standar kelulusan tersebut justru menjadi momok tersendiri bagi para pelajar. Saya sendiri cukup kaget dengan hal ini. Apalagi saya dengar materi yang diujikan kurang begitu sesuai dengan yang diajarkan di sekolah.</p>
<p><span id="more-65"></span></p>
<p>Kebetulan sepupu saya juga sedang menempuh ujian SMA. Jadi saya sedikit tahu tentang permasalahan tersebut. Walaupun pihak sekolah sudah berusaha untuk memberikan motivasi dan tentunya latihan-latihan, tapi sepertinya ini belum cukup membuat para pelajar tenang.</p>
<p>Kecemasan makin bertambah dengan berbagai kebijakan sebagian sekolah yang agak berlebihan. Di televisi saya lihat ada sekolah yang sampai mengkarantina para siswanya. Saya rasa ini justru akan membuat para siswa menjadi ketakutan.</p>
<p>Keadaan ini berbeda jauh dengan saat saya menempuh ujian SMA, sekitar 9 tahun yang lalu. Waktu itu memang belum ada kebijakan standar nilai minimal seperti sekarang ini. Jadi saya tidak terlalu was-was.</p>
<p>Pada waktu itu saya menganggap bahwa ujian kelulusan di SMA itu hanya formalitas belaka. Saya lebih fokus untuk mempersiapkan ujian UMPTN. Saya beranggapan bahwa biarlah nilai di ijasah nggak terlalu bagus, yang penting lolos UMPTN di jurusan favorit.</p>
<p>Dan memang hal tersebut benar-benar terjadi. Nilai saya sedang-sedang saja tapi alhamdulillah bisa diterima di jurusan favorit. Entah apa jadinya jika saat itu nilai di ijasah jelek dan malah nggak diterima UMPTN.</p>
<p>Kembali ke permasalahan di atas. Setelah ujian terlewati, saat ini usaha yang bisa dilakukan hanyalah berdoa. Masalah lulus atau gagal, serahkan semuanya pada Allah SWT. Setidaknya itu menurut pandangan saya.</p>
<p>Kalau pun nanti gagal atau nilainya tidak memuaskan saya rasa hal itu tidak perlu dicemaskan. Bisa jadi hal itu merupakan jalan menuju kesuksesan. Ingat cerita saya pada <a title="Wanita Super dari Pangandaran" href="http://www.wahyuwibowo.net/wanita-super-dari-pangandaran">posting yang lalu</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wahyuwibowo.net/hikmah-dibalik-ujian/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Waktu Itu Laksana Pedang</title>
		<link>http://www.wahyuwibowo.net/waktu-itu-laksana-pedang</link>
		<comments>http://www.wahyuwibowo.net/waktu-itu-laksana-pedang#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 04:06:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wahyuwibowo.net/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah kata mutiara yang saya kutip dari buku &#8220;Warisan Tokoh-tokoh Muslim&#8221;. Lengkapnya adalah sebagai berikut:
&#8220;Waktu itu laksana pedang, jika Anda tidak mempergunakannya maka dia akan memenggal leher Anda sendiri (Ali bin Abi Thalib)&#8221;
Sadar atau tidak kita ini &#8212; termasuk saya juga  &#8212; sering bermain-main dengan waktu. Kalau dihitung dengan uang, barangkali sudah tidak terhitung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah kata mutiara yang saya kutip dari buku &#8220;Warisan Tokoh-tokoh Muslim&#8221;. Lengkapnya adalah sebagai berikut:</p>
<p>&#8220;Waktu itu laksana pedang, jika Anda tidak mempergunakannya maka dia akan memenggal leher Anda sendiri (Ali bin Abi Thalib)&#8221;</p>
<p>Sadar atau tidak kita ini &#8212; termasuk saya juga <img src='http://www.wahyuwibowo.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> &#8212; sering bermain-main dengan waktu. Kalau dihitung dengan uang, barangkali sudah tidak terhitung lagi berapa banyak kerugian yang kita derita.</p>
<p>Begitu berharganya waktu, sampai-sampai Umar bin Khatab pernah mengatakan bahwa ia tidak suka melihat orang yang berdiam diri tanpa melakukan sesuatu yang mendatangkan manfaat ukhrawi maupun duniawi.</p>
<p><span id="more-64"></span></p>
<p>Ada beberapa fenomena yang sering terjadi di masyarakat yang berhubungan dengan waktu.</p>
<p><strong>1. Kurang memahami nilai waktu</strong></p>
<p>Waktu adalah sesuatu yang termahal yang dimiliki oleh manusia, karena ia datang untuk tidak kembali lagi. Sehubungan dengan hal ini, syaikh Hasan Al-Bashri mengatakan,</p>
<p>&#8220;Wahai anak cucu Adam,kamu tak lebih dari tumpukan hari-hari. Setiap kali satu hari berlalu, berlalu pula sebagian dirimu&#8221;</p>
<p>Akibat dari kurang memahami nilai waktu, seseorang akan kehilangan perhatian untuk menata dan mengatur waktu sesuai dengan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya.</p>
<p><strong>2. Hidup santai</strong></p>
<p>Kebiasaan hidup nyantai dan berleha-leha adalah kurang baik ditinjau dari sisi efisiensi waktu. Hal ini akan menjebak seseorang untuk tidak menyelesaikan pekerjaan pada waktu ia bisa melakukannya.</p>
<p>Dia akan berkilah, &#8220;Biarlah pekerjaan ini saya kerjakan nanti saja, toh saya masih punya banyak waktu. Sekarang saya ingin santai dulu.&#8221;</p>
<p><strong>3. Optimisme berlebihan</strong></p>
<p>Sikap optimis adalah sangat bagus. Namun demikian optimis yang tanpa perhitungan justru akan merugikan diri sendiri.</p>
<p>Seringkali kita terlalu optimis bahwa kita bisa menyelesaikan suatu pekerjaan dalam tempo sekian jam atau sekian menit. Sementara itu kita sendiri justru jarang untuk mengkalkulasi kemampuan yang kita miliki serta waktu yang tersedia.</p>
<p>&#8220;Barang siapa mempercayai waktu ia pasti akan tertipu (Al Ahnaf bin Qais)&#8221;</p>
<p><em>(Referensi: majalah Ummi)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wahyuwibowo.net/waktu-itu-laksana-pedang/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Etika Ngeblog</title>
		<link>http://www.wahyuwibowo.net/etika-ngeblog</link>
		<comments>http://www.wahyuwibowo.net/etika-ngeblog#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 May 2008 06:21:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wahyuwibowo.net/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Senang tapi juga agak kesal. Yang bikin senang, blog saya yang tidak menarik ini (lihat di sini) ternyata banyak juga pengunjungnya. Nah, yang membuat kesal ternyata ada yang menjiplak mentah-mentah beberapa artikel yang ada di situ.
Pagi tadi saya mengecek statistik blog tersebut lewat Google Analytics. Saya lihat kok sepertinya ada yang aneh. Iseng-iseng saya telusuri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Senang tapi juga agak kesal. Yang bikin senang, blog saya yang tidak menarik ini (lihat <a title="Jurnal Linux dan Open Source" href="http://www.sorsawo.com/journal" target="_blank">di sini</a><a title="Blog Sorsawo.Com" href="http://blog.sorsawo.com" target="_blank"></a>) ternyata banyak juga pengunjungnya. Nah, yang membuat kesal ternyata ada yang menjiplak mentah-mentah beberapa artikel yang ada di situ.</p>
<p>Pagi tadi saya mengecek statistik blog tersebut lewat <a title="Google Analytics" href="http://www.google.com/analytics" target="_blank">Google Analytics</a>. Saya lihat kok sepertinya ada yang aneh. Iseng-iseng saya telusuri <em>traffic source</em> yang tertera di situ. Masya Allah, kok sama persis dengan artikel yang ada di blog saya.</p>
<p>Ternyata memang benar. Pemilik blog tersebut melakukan <em>copy paste</em> terhadap artikel-artikel yang saya buat. Kalau cuma satu mungkin saya nggak akan protes. Tapi ini lebih dari satu.</p>
<p>Ada beberapa artikel yang sama persis, mulai dari judul hingga isinya. Kalau sedikit dimodifikasi mungkin bisa ditolerir. Tapi ini nggak ada modifikasi sama sekali. Bahkan link yang tanpa sengaja ikut terkopi pun masih mengarah ke blog saya (kurang teliti mungkin).</p>
<p><span id="more-63"></span></p>
<p>Sebenarnya saya senang-senang saja kalau ada yang menyebar-luaskan artikel yang saya posting di blog tersebut. Itu artinya orang tersebut menganggap bahwa artikel yang saya buat itu memang bermanfaat dan pantas untuk disebarluaskan.</p>
<p>Namun yang perlu diingat, hasil tulisan ataupun artikel meskipun sangat sederhana, itu juga termasuk hasil karya intelektual. Oleh karena itu sudah seharusnya kita menghormatinya.</p>
<p>Mengkopi boleh saja, asal minta ijin terlebih dahulu dan menyebutkan sumbernya. Nggak asal jiplak saja. Tentu kita nggak ingin kan mendapat doa jelek dari korban penjiplakan?</p>
<p>Ingat, doa orang yang dizalimi itu sangat manjur loh&#8230; <img src='http://www.wahyuwibowo.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wahyuwibowo.net/etika-ngeblog/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>1000 Langkah Dimulai Dari Langkah Pertama</title>
		<link>http://www.wahyuwibowo.net/1000-langkah-dimulai-dari-langkah-pertama</link>
		<comments>http://www.wahyuwibowo.net/1000-langkah-dimulai-dari-langkah-pertama#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 03:06:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wahyuwibowo.net/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Saya pernah membaca artikel yang sangat menarik. Judulnya lupa, tapi intinya kesuksesan itu tidak bisa diraih secara instan, tapi harus melalui proses yang sangat panjang. Sayangnya banyak yang tidak menyadari bahwa jarak mereka dengan kesuksesan sudah dekat ketika mereka memutuskan untuk menyerah.
Nah, proses menuju kesuksesan tersebut mau nggak mau harus dimulai dengan langkah pertama. Apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pernah membaca artikel yang sangat menarik. Judulnya lupa, tapi intinya kesuksesan itu tidak bisa diraih secara instan, tapi harus melalui proses yang sangat panjang. Sayangnya banyak yang tidak menyadari bahwa jarak mereka dengan kesuksesan sudah dekat ketika mereka memutuskan untuk menyerah.</p>
<p>Nah, proses menuju kesuksesan tersebut mau nggak mau harus dimulai dengan langkah pertama. Apa langkah pertama yang harus dilakukan agar sukses? Itu tergantung dari apa yang ingin dicapai.</p>
<p>Bagi pelajar, kalau ingin meraih nilai yang terbaik pada ujian, ya harusnya rajin belajar. Jangan cepat merasa puas dengan apa yang sudah dikuasai. Cepat merasa puas dan sering menganggap sepele bisa dikatakan merupakan &#8220;BLUNDER&#8221; bagi pelajar.</p>
<p><span id="more-62"></span></p>
<p>Begitu juga dengan sesuatu yang ada kaitannya dengan dunia kerja. Kalau ingin bekerja dan mendapat gaji besar tentunya langkah pertama yang harus dilakukan adalah melamar kerja. Jangan hanya duduk santai menunggu orang lain menawari kita pekerjaan.</p>
<p>Inilah esensi dari peribahasa Cina yang mengatakan bahwa 100 LANGKAH DIMULAI DARI LANGKAH PERTAMA. Sebuah peribahasa yang sangat sederhana namun maknanya sangat dalam.</p>
<p>Yang menjadi persoalan, langkah pertama ini kadang-kadang justru menjadi momok bagi orang yang ingin sukses. Inginnya menjadi pengusaha sukses tapi memulai usaha saja nggak berani. Lalu kapan suksesnya kalau seperti itu?</p>
<p>Dalam hal ini saya sepertinya juga perlu melakukan introspeksi diri. Bagaimana dengan Anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wahyuwibowo.net/1000-langkah-dimulai-dari-langkah-pertama/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hati-hati Jika Anda Suka Mengeluh</title>
		<link>http://www.wahyuwibowo.net/hati-hati-jika-anda-suka-mengeluh</link>
		<comments>http://www.wahyuwibowo.net/hati-hati-jika-anda-suka-mengeluh#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 02:50:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Topik Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wahyuwibowo.net/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Barusan saya membaca sebuah artikel yang cukup menarik di majalah Ummi edisi November 1995. Majalah yang sudah cukup lama tapi isinya masih relevan. Artikel tersebut membahas tentang penyakit kejiwaan yang namanya psikosomatik.
Apa sih yang dimaksud dengan penyakit tersebut?
Psikosomatik berasal dari kata &#8220;psike&#8221; yang artinya jiwa dan &#8220;soma&#8221; yang artinya badan. Maksudnya seseorang merasa sakit pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Barusan saya membaca sebuah artikel yang cukup menarik di majalah Ummi edisi November 1995. Majalah yang sudah cukup lama tapi isinya masih relevan. Artikel tersebut membahas tentang penyakit kejiwaan yang namanya psikosomatik.</p>
<p>Apa sih yang dimaksud dengan penyakit tersebut?</p>
<p>Psikosomatik berasal dari kata &#8220;psike&#8221; yang artinya jiwa dan &#8220;soma&#8221; yang artinya badan. Maksudnya seseorang merasa sakit pada tubuhnya tapi intinya sebenarnya sakit pada jiwanya.</p>
<p>Misalnya saja seorang anak mengalami stress pada saat belajar. Pada saat itu bukan stressnya yang timbul tapi anak tersebut mengalami sakit pada bagian tubuhnya yang lemah misalnya lemah pada lambung, maka timbul maag yang berkepanjangan.</p>
<p>Artinya terjadi pengalihan penyakit. Padahal sebenarnya setelah diperiksa dokter ternyata maag tidak apa-apa, tapi perasaan si pasien yang menguasainya bahwa ia sakit pada lambungnya.</p>
<p>Atau sebaliknya orang tersebut sakit jantung misalnya. Sebenarnya penyakit tersebut tidak terlalu berat tapi perasaan si pasien yang dibesar-besarkan sehingga memberi kesan penyakit itu parah.</p>
<p><span id="more-61"></span></p>
<p>Di artikel tersebut disebutkan bahwa penyakit ini banyak terjadi pada usia remaja sampai dewasa, bahkan lanjut usia. Penderitanya pun bisa wanita maupun pria.</p>
<p>Saya jadi teringat dulu waktu kecil jika menghadapi masalah, mau ujian misalnya, saya selalu menderita sariawan. Tidak tanggung-tanggung nggak hanya satu tapi banyak. Bisa dibayangkan gimana rasanya. Apa mungkin ini termasuk kategori psikosomatik?</p>
<p>Penyebab dari penyakit psikosomatik menurut artikel tersebut adalah kebiasaan berkeluh kesah. Sayangnya secara tidak sadar kebiasaan ini justru diajarkan oleh ibu pada anaknya.</p>
<p>Contohnya bila menghadapi suatu ujian bukan membaca &#8220;istighfar&#8221; tapi malah &#8220;aduh kok begitu sih&#8230;&#8221;. Hal itu terus menerus dilakukan sehingga si anak akan bersikap seperti ibunya. Kalau menghadapi masalah bukannya sabar malah mengeluh.</p>
<p>Tahap pertama dari psikosomatik ialah seringnya orang tersebut berkeluh kesah. Lama-kelamaan makin menghebat sehingga berdampak pada kejiwaan dan tubuhnya.</p>
<p>Nah, agar terhindar dari penyakit tersebut kita harus bersikap sabar dan tawakal jika menghadapi suatu masalah atau ujian. Selain itu jangan pernah menyesali nasib. Misalnya kita jangan menyesali kalau kita diciptakan jelek, bodoh dsb.</p>
<p>Begitu juga apabila kita sudah berusaha sekuat tenaga tetapi hasil yang kita harapkan tidak memuaskan. Kalau tidak begitu, bibit penyakit stress dan lain-lain akan mudah timbul.</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wahyuwibowo.net/hati-hati-jika-anda-suka-mengeluh/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
