Handphone Telah Mengubahnya

Bagaimanakah rasanya seandainya Anda lupa tidak bawa handphone waktu pergi ke kantor atau ke kampus? Sehari saja tanpa menyentuh handphone, apa yang Anda rasakan?

HANDPHONE. Yah, benda kecil ini memang sangat spesial. Dari kalangan atas hingga menengah ke bawah mempunyai benda yang satu ini. Bahkan tukang becak pun saat ini banyak yang sudah memilikinya. Hebat kan?

Coba Anda lihat orang-orang yang sedang menunggu bus di halte. Apa yang mereka lakukan? Wow, sebagian besar lagi asyik dengan handphone mereka masing-masing.

Anak-anak sekolah pun nggak mau kalah. Coba saja Anda amati kerumunan anak-anak sekolah, siapa yang nggak punya handphone? Saya yakin lebih sedikit daripada yang punya.

Baca selengkapnya

Wow, Teknik Informatika Ya…

Banyak orang mengatakan kalau penghasilan pekerja IT itu besar dan lapangan kerjanya cukup luas. Tidak mengherankan jika program studi informatika di berbagai perguruan tinggi peminatnya cukup banyak.

Melihat peluang bisnis yang cukup menggiurkan ini, perguruan tinggi lain yang belum punya program studi atau jurusan informatika pun ramai-ramai membuka program studi serupa.

Sampai-sampai ada kerancuan program studi di perguruan tinggi. Sudah punya program studi ILmu Komputer, eh belum puas juga. Akhirnya buka baru, program studi Teknik Informatika, Manajemen Informatika dan seabreg program studi lain yang juga pake embel-embel informatika.

Apakah laku? Wow, ternyata peminatnya juga banyak. Tidak kalah bersaing meski banyak program studi serupa. Lalu sebenarnya apa sih yang menjadi daya tarik program studi informatika ini?

Baca selengkapnya

Susahnya Tinggal di Desa

Pengin tahu gimana susahnya tinggal di pedesaan? Simak penuturan saya di tulisan ini, hehehe… (gaya penyiar radio). Ada baiknya Anda pertimbangkan matang-matang sebelum memutuskan untuk pindah ke desa (bagi yang mau pindah tentunya).

Saya tidak bermaksud menakuti-nakuti, hanya sekedar berbagi cerita saja. Kebetulan saya tinggal di desa. Desa yang jauh dari perkotaan namun cukup maju. Yang jelas cerita saya ini ada kaitannya dengan masalah keuangan dan gaya hidup di desa.

Jika kita tidak ekstra hati-hati bisa jadi kondisi keuangan kita akan mudah jebol. Jangan kira tinggal di desa nggak bisa menjebolkan keuangan keluarga. Terutama bagi yang sudah berkeluarga. Hehehe… untungnya saya belum berkeluarga.

Oke, saya mulai saja ceritanya, biar Anda tidak penasaran.

Baca selengkapnya

Gile, Ada Telepon Nyasar Lagi

Pagi tadi saya dapat telepon yang rada aneh. Sekitar jam 7, lagi asyik-asyiknya coding, tiba-tiba hp saya bunyi. Setelah saya angkat, di seberang sana terdengar suara cewek yang cukup mengagetkan sekaligus membuat saya geli.

“Dik, ini gimana nih, aku kok nggak paham dengan tulisannya…”

Apa-apaan nih. Masak pagi-pagi sudah dapat komplen. Saya lihat nomor handphone mbak ini tidak ada di daftar. Wah jangan-jangan telepon nyasar lagi nih. Saya tanya siapa dia. Dia ngaku, namanya mbak Fitri.

Yang membuat saya heran kok dia panggilnya persis nama saya ya. Saya jadi berpikir, jangan-jangan cewek ini lagi ngerjain saya. Satu lagi yang membuat saya agak bete, mbak ini memanggil saya dengan sebutan “dik”. Duh malang bener, masak saya dianggap anak kecil.

Baca selengkapnya

Pendiam + Pendiam = ?

Ngomong-ngomong soal pernikahan, saya jadi kepikiran rumus seperti judul di atas. Hehehe…kurang kerjaan ya? Ilustrasinya seperti ini. Si A adalah seorang pria yang pendiam, ketemu dengan seorang wanita, katakanlah si B, yang juga seorang pendiam.

Bagaimana seandainya A dan B ini menikah? Apakah nantinya rumah tangga mereka kayak kuburan? Wajar dong saya beranggapan seperti itu, mengingat keduanya memiliki tipe yang sama, yaitu sama-sama pendiam.

Ibaratnya pemain sepakbola, jika ada dua pemain yang memiliki tipe permainan sama tapi keduanya dimainkan oleh sang manajer, nantinya permainan tim tersebut nggak akan berkembang. Tidak akan terjalin kerjasama yang apik diantara mereka.

Kembali ke masalah pendiam di atas. Menurut teori yang pernah saya baca orang yang pendiam itu cenderung menutup diri. Jarang sekali ia mengungkapkan isi hatinya kepada orang lain. Setiap kali menghadapi masalah pasti akan dipendam dalam hati.

Baca selengkapnya

Page 2 of 4«1234»

Posting Terbaru

Komentar

    • boyocreative: thanks buat infonya nih mas... saya newbie di dunia blog. ...
    • aning: gimana caranya gabung?saya ingin sekali join ...
    • Wahyu Wibowo: Ide yang cemerlang ... ...
    • bocahmiring: bagaimana kalau digabung? jadi mobile web application? platform independent, jadi ndak ...
    • Ms.Sinaga: Hi, saya mampir kesini setelah meng-google PNS. Saya sedih banget, ...
    • Yana: Kenapa judul 'kotor' pake tanda kutip ya? Bukankah bengkel motor memang ...
    • Yana: Mau sharing aja nih. Aku dulu sempet kursus bahasa Inggris di ...
    • Yana: Bener! Temenku jd PNS di Depnaker jg murni krn lolos tes, ...
    • Yana: Syaratnya teknisnya ga ada ya?! ...
    • Kang Nur: wah, saya belum dapat uang dari ngeblog. belum pasang iklan. ...