<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Wahyu Wibowo on The Net &#187; Topik Umum</title>
	<atom:link href="http://www.wahyuwibowo.net/category/topik-umum/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.wahyuwibowo.net</link>
	<description>Belajarlah ilmu dan ajarkan pada manusia (Umar bin Khathab)</description>
	<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 12:33:23 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Panggung Koruptor</title>
		<link>http://www.wahyuwibowo.net/panggung-koruptor</link>
		<comments>http://www.wahyuwibowo.net/panggung-koruptor#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 01:16:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Topik Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wahyuwibowo.net/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh menggelikan atraksi yang diperlihatkan oleh para tersangka koruptor di negeri ini. Sudah jelas-jelas salah, eh masih berdebat memperebutkan siapa yang benar. Tak hanya itu masing-masing saling berlomba untuk menjebloskan lawannya ke penjara.
Barangkali mereka berpikir jangan sampai saya sendirian masuk penjara. Enak saja mereka ongkang-ongkang kaki di rumah sementara saya mendekam di penjara. Harus dikasih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sungguh menggelikan atraksi yang diperlihatkan oleh para tersangka koruptor di negeri ini. Sudah jelas-jelas salah, eh masih berdebat memperebutkan siapa yang benar. Tak hanya itu masing-masing saling berlomba untuk menjebloskan lawannya ke penjara.</p>
<p>Barangkali mereka berpikir jangan sampai saya sendirian masuk penjara. Enak saja mereka ongkang-ongkang kaki di rumah sementara saya mendekam di penjara. Harus dikasih pelajaran nih&#8230; Itu mungkin yang menjadi pemikiran para tersangka itu.</p>
<p>Coba Anda perhatikan kalau televisi sedang menayangkan berita korupsi. Lihat bagaimana perilaku para tersangka korupsi itu. Tidak ada yang mau kalah, kan?. Semuanya saling melempar tudingan yang menyakitkan. Ada yang menganggap lawannya kurang waras, sakit jiwa, dan sebagainya. Wah kalau kondisi seperti terus berlanjut yang senang wartawan dong.</p>
<p><span id="more-91"></span></p>
<p>Saat ini nyaris tidak ada lembaga negara yang bersih dari korupsi. Mulai dari DPR, menteri, lembaga keuangan, BUMN, hingga lembaga peradilan sekalipun mulai terkuak kasus-kasus yang cukup memuakkan ini.</p>
<p>Saya sendiri mulai jenuh dengan berita-berita semacam itu. Baru sadar, ternyata negeri kita ini dipenuhi oleh pejabat-pejabat yang bermental korup. Para pejabat yang suka mencuri harta rakyat. Sungguh tidak punya hati nurani.</p>
<p>Tega sekali mereka melakukan hal tersebut. Di saat rakyat kecil banyak yang kelaparan, eh mereka masih sempat menggerogoti uang negara hanya untuk memuaskan nafsu mereka. Pantasnya mereka ini jangan diampuni, harus dihukum yang seberat-beratnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wahyuwibowo.net/panggung-koruptor/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hikmah Dibalik Ujian</title>
		<link>http://www.wahyuwibowo.net/hikmah-dibalik-ujian</link>
		<comments>http://www.wahyuwibowo.net/hikmah-dibalik-ujian#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 20:42:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Topik Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wahyuwibowo.net/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini mendengar kata ujian saja barangkali sudah cukup membuat deg-degan para pelajar. Alhamdulillah ujian sudah terlewati. Tinggal harap-harap cemas menunggu hasilnya.
Cukup wajar jika para pelajar agak was-was dengan ujian nasional tahun ini. Standar kelulusan yang bisa dibilang cukup tinggi yang jadi penyebabnya. Kalau nggak salah untuk SMA standarnya rata-rata 5,25 untuk enam mata pelajaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir-akhir ini mendengar kata ujian saja barangkali sudah cukup membuat deg-degan para pelajar. Alhamdulillah ujian sudah terlewati. Tinggal harap-harap cemas menunggu hasilnya.</p>
<p>Cukup wajar jika para pelajar agak was-was dengan ujian nasional tahun ini. Standar kelulusan yang bisa dibilang cukup tinggi yang jadi penyebabnya. Kalau nggak salah untuk SMA standarnya rata-rata 5,25 untuk enam mata pelajaran tanpa ada nilai di bawah 4,25.</p>
<p>Tak bisa dihindari, standar kelulusan tersebut justru menjadi momok tersendiri bagi para pelajar. Saya sendiri cukup kaget dengan hal ini. Apalagi saya dengar materi yang diujikan kurang begitu sesuai dengan yang diajarkan di sekolah.</p>
<p><span id="more-65"></span></p>
<p>Kebetulan sepupu saya juga sedang menempuh ujian SMA. Jadi saya sedikit tahu tentang permasalahan tersebut. Walaupun pihak sekolah sudah berusaha untuk memberikan motivasi dan tentunya latihan-latihan, tapi sepertinya ini belum cukup membuat para pelajar tenang.</p>
<p>Kecemasan makin bertambah dengan berbagai kebijakan sebagian sekolah yang agak berlebihan. Di televisi saya lihat ada sekolah yang sampai mengkarantina para siswanya. Saya rasa ini justru akan membuat para siswa menjadi ketakutan.</p>
<p>Keadaan ini berbeda jauh dengan saat saya menempuh ujian SMA, sekitar 9 tahun yang lalu. Waktu itu memang belum ada kebijakan standar nilai minimal seperti sekarang ini. Jadi saya tidak terlalu was-was.</p>
<p>Pada waktu itu saya menganggap bahwa ujian kelulusan di SMA itu hanya formalitas belaka. Saya lebih fokus untuk mempersiapkan ujian UMPTN. Saya beranggapan bahwa biarlah nilai di ijasah nggak terlalu bagus, yang penting lolos UMPTN di jurusan favorit.</p>
<p>Dan memang hal tersebut benar-benar terjadi. Nilai saya sedang-sedang saja tapi alhamdulillah bisa diterima di jurusan favorit. Entah apa jadinya jika saat itu nilai di ijasah jelek dan malah nggak diterima UMPTN.</p>
<p>Kembali ke permasalahan di atas. Setelah ujian terlewati, saat ini usaha yang bisa dilakukan hanyalah berdoa. Masalah lulus atau gagal, serahkan semuanya pada Allah SWT. Setidaknya itu menurut pandangan saya.</p>
<p>Kalau pun nanti gagal atau nilainya tidak memuaskan saya rasa hal itu tidak perlu dicemaskan. Bisa jadi hal itu merupakan jalan menuju kesuksesan. Ingat cerita saya pada <a title="Wanita Super dari Pangandaran" href="http://www.wahyuwibowo.net/wanita-super-dari-pangandaran">posting yang lalu</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wahyuwibowo.net/hikmah-dibalik-ujian/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hati-hati Jika Anda Suka Mengeluh</title>
		<link>http://www.wahyuwibowo.net/hati-hati-jika-anda-suka-mengeluh</link>
		<comments>http://www.wahyuwibowo.net/hati-hati-jika-anda-suka-mengeluh#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 02:50:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Topik Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wahyuwibowo.net/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Barusan saya membaca sebuah artikel yang cukup menarik di majalah Ummi edisi November 1995. Majalah yang sudah cukup lama tapi isinya masih relevan. Artikel tersebut membahas tentang penyakit kejiwaan yang namanya psikosomatik.
Apa sih yang dimaksud dengan penyakit tersebut?
Psikosomatik berasal dari kata &#8220;psike&#8221; yang artinya jiwa dan &#8220;soma&#8221; yang artinya badan. Maksudnya seseorang merasa sakit pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Barusan saya membaca sebuah artikel yang cukup menarik di majalah Ummi edisi November 1995. Majalah yang sudah cukup lama tapi isinya masih relevan. Artikel tersebut membahas tentang penyakit kejiwaan yang namanya psikosomatik.</p>
<p>Apa sih yang dimaksud dengan penyakit tersebut?</p>
<p>Psikosomatik berasal dari kata &#8220;psike&#8221; yang artinya jiwa dan &#8220;soma&#8221; yang artinya badan. Maksudnya seseorang merasa sakit pada tubuhnya tapi intinya sebenarnya sakit pada jiwanya.</p>
<p>Misalnya saja seorang anak mengalami stress pada saat belajar. Pada saat itu bukan stressnya yang timbul tapi anak tersebut mengalami sakit pada bagian tubuhnya yang lemah misalnya lemah pada lambung, maka timbul maag yang berkepanjangan.</p>
<p>Artinya terjadi pengalihan penyakit. Padahal sebenarnya setelah diperiksa dokter ternyata maag tidak apa-apa, tapi perasaan si pasien yang menguasainya bahwa ia sakit pada lambungnya.</p>
<p>Atau sebaliknya orang tersebut sakit jantung misalnya. Sebenarnya penyakit tersebut tidak terlalu berat tapi perasaan si pasien yang dibesar-besarkan sehingga memberi kesan penyakit itu parah.</p>
<p><span id="more-61"></span></p>
<p>Di artikel tersebut disebutkan bahwa penyakit ini banyak terjadi pada usia remaja sampai dewasa, bahkan lanjut usia. Penderitanya pun bisa wanita maupun pria.</p>
<p>Saya jadi teringat dulu waktu kecil jika menghadapi masalah, mau ujian misalnya, saya selalu menderita sariawan. Tidak tanggung-tanggung nggak hanya satu tapi banyak. Bisa dibayangkan gimana rasanya. Apa mungkin ini termasuk kategori psikosomatik?</p>
<p>Penyebab dari penyakit psikosomatik menurut artikel tersebut adalah kebiasaan berkeluh kesah. Sayangnya secara tidak sadar kebiasaan ini justru diajarkan oleh ibu pada anaknya.</p>
<p>Contohnya bila menghadapi suatu ujian bukan membaca &#8220;istighfar&#8221; tapi malah &#8220;aduh kok begitu sih&#8230;&#8221;. Hal itu terus menerus dilakukan sehingga si anak akan bersikap seperti ibunya. Kalau menghadapi masalah bukannya sabar malah mengeluh.</p>
<p>Tahap pertama dari psikosomatik ialah seringnya orang tersebut berkeluh kesah. Lama-kelamaan makin menghebat sehingga berdampak pada kejiwaan dan tubuhnya.</p>
<p>Nah, agar terhindar dari penyakit tersebut kita harus bersikap sabar dan tawakal jika menghadapi suatu masalah atau ujian. Selain itu jangan pernah menyesali nasib. Misalnya kita jangan menyesali kalau kita diciptakan jelek, bodoh dsb.</p>
<p>Begitu juga apabila kita sudah berusaha sekuat tenaga tetapi hasil yang kita harapkan tidak memuaskan. Kalau tidak begitu, bibit penyakit stress dan lain-lain akan mudah timbul.</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wahyuwibowo.net/hati-hati-jika-anda-suka-mengeluh/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Zona Nyaman, Apa Iya Memang Nyaman?</title>
		<link>http://www.wahyuwibowo.net/zona-nyaman-apa-iya-memang-nyaman</link>
		<comments>http://www.wahyuwibowo.net/zona-nyaman-apa-iya-memang-nyaman#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 02:29:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Topik Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wahyuwibowo.net/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Dapat pekerjaan dan gaji tetap adalah dambaan bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia. Tidak heran setiap kali ada lowongan pekerjaan, entah itu PNS atau swasta, hampir bisa dipastikan peminatnya membludak. Bisa dibilang prosentase yang dibutuhkan dibanding yang mendaftar tidak lebih dari 1 persen.
Nyaman dan tentram. Barangkali itu yang mereka harapkan. Tidak peduli gaji yang didapatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dapat pekerjaan dan gaji tetap adalah dambaan bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia. Tidak heran setiap kali ada lowongan pekerjaan, entah itu PNS atau swasta, hampir bisa dipastikan peminatnya membludak. Bisa dibilang prosentase yang dibutuhkan dibanding yang mendaftar tidak lebih dari 1 persen.</p>
<p>Nyaman dan tentram. Barangkali itu yang mereka harapkan. Tidak peduli gaji yang didapatkan kecil, yang penting setiap akhir bulan (atau awal bulan?) dapat penghasilan. Apalagi jika menjadi PNS. Dapat tunjangan macam-macam. Ada tunjangan istri, anak, mertua (emang ada?), uang makan, transport, jabatan, dan seabreg tunjangan lainnya.</p>
<p>Tentunya yang dapat tunjangan itu pegawai yang statusnya sudah tetap. Bagi yang masih berstatus kontrak atau tetap kontrak, ya jangan ngiri. Sabar, siapa tahu nanti diangkat jadi pegawai tetap. <img src='http://www.wahyuwibowo.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-60"></span></p>
<p>Apa iya sih zona nyaman seperti itu benar-benar membuat nyaman dan tentram hidup kita? Saya sendiri pernah merasakan jadi pegawai. Setiap bulan dapat gaji dan tunjangan. Tapi yang saya rasakan kok sepertinya tetap nggak nyaman. Justru seperti ada beban sangat berat di pundak saya.</p>
<p>Saya pernah bertanya kepada teman saya yang menjadi pegawai di sebuah bank di Jogja. Gimana rasanya kerja di sana, nyaman apa tidak dan sebagainya. Di luar dugaan, ternyata ia juga merasa tidak nyaman. Karena penasaran saya tanya dia, kenapa tidak keluar saja? Apa jawabnya?</p>
<p>&#8220;Yah, mau gimana lagi. Kalau saya keluar nanti anak dan istri saya makan apa? Soalnya saya tidak punya pekerjaan lain selain di bank ini.&#8221;</p>
<p>Keluarga merupakan alasan yang utama, mengapa orang rela bekerja bertahun-tahun di tempat yang sebenarnya tidak dia sukai. Meskipun bosan dan jenuh, dia tidak akan pernah mengeluh ataupun protes. Yang penting dapat gaji dan tidak di-PHK. Itu yang mereka pikirkan.</p>
<p>Nyaman tapi menjebak.</p>
<p>Sepertinya ungkapan itu sangat cocok untuk menyebut situasi seperti diatas. Jadi sebelum Anda terjebak dalam situasi seperti itu alangkah baiknya jika Anda mempunyai persiapan sedini mungkin. Lebih bagus jika selain jadi pegawai (buruh), juga mempunyai usaha sendiri walaupun cuma kecil-kecilan.</p>
<p>Jangan sampai nanti terlanjur di-PHK tapi tidak mempunyai penghasilan alternatif lain.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wahyuwibowo.net/zona-nyaman-apa-iya-memang-nyaman/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Stasiun TV Nasional Mulai Kehabisan Acara Yang Bermutu</title>
		<link>http://www.wahyuwibowo.net/stasiun-tv-nasional-mulai-kehabisan-acara-yang-bermutu</link>
		<comments>http://www.wahyuwibowo.net/stasiun-tv-nasional-mulai-kehabisan-acara-yang-bermutu#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 01:34:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Topik Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wahyuwibowo.net/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Membosankan!!!
Itu kesan yang pertama kali saya rasakan setiap kali menonton acara TV dua tahun belakangan ini. Sedikit sekali acara TV yang menarik. Bisa dibilang prosentasenya tidak lebih dari 1 persen. Selebihnya adalah acara-acara yang membosankan dan tidak mendidik.
Saya jadi berpikir, apakah mereka sedang kehabisan ide ya? Coba Anda bandingkan antara stasiun TV yang satu dengan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membosankan!!!</p>
<p>Itu kesan yang pertama kali saya rasakan setiap kali menonton acara TV dua tahun belakangan ini. Sedikit sekali acara TV yang menarik. Bisa dibilang prosentasenya tidak lebih dari 1 persen. Selebihnya adalah acara-acara yang membosankan dan tidak mendidik.</p>
<p>Saya jadi berpikir, apakah mereka sedang kehabisan ide ya? Coba Anda bandingkan antara stasiun TV yang satu dengan yang lainnya. Apa yang Anda rasakan saat menonton acara-acara TV mereka? Hampir sama bukan?</p>
<p>Sepertinya pemikiran saya tersebut ada benarnya juga. Mereka kehabisan ide!!! Saat ada stasiun TV menayangkan program acara baru dan ternyata rating-nya cukup bagus, hampir bisa dipastikan stasiun TV lain ikut-ikutan membuat acara yang mirip. Judul acaranya memang beda, namun temanya sama.</p>
<p><span id="more-59"></span></p>
<p>Bandingkan dengan TV lokal (daerah). Lebih menghibur mana? Kalau saya sendiri justru lebih memilih nonton TV daerah. Lebih enak ditonton dan tidak membosankan. Sayangnya penerimaan sinyal di tempat saya masih kalah dibanding TV nasional.</p>
<p>Seandainya setiap stasiun TV mempunyai acara-acara yang berbeda dan tidak mencontek satu sama lain, saya yakin itu akan lebih menarik. Bagaimana pendapat Anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wahyuwibowo.net/stasiun-tv-nasional-mulai-kehabisan-acara-yang-bermutu/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Handphone Telah Mengubahnya</title>
		<link>http://www.wahyuwibowo.net/handphone-telah-mengubahnya</link>
		<comments>http://www.wahyuwibowo.net/handphone-telah-mengubahnya#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 02:20:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Topik Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wahyuwibowo.net/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimanakah rasanya seandainya Anda lupa tidak bawa handphone waktu pergi ke kantor atau ke kampus? Sehari saja tanpa menyentuh handphone, apa yang Anda rasakan?
HANDPHONE. Yah, benda kecil ini memang sangat spesial. Dari kalangan atas hingga menengah ke bawah mempunyai benda yang satu ini. Bahkan tukang becak pun saat ini banyak yang sudah memilikinya. Hebat kan?
Coba Anda lihat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimanakah rasanya seandainya Anda lupa tidak bawa handphone waktu pergi ke kantor atau ke kampus? Sehari saja tanpa menyentuh handphone, apa yang Anda rasakan?</p>
<p>HANDPHONE. Yah, benda kecil ini memang sangat spesial. Dari kalangan atas hingga menengah ke bawah mempunyai benda yang satu ini. Bahkan tukang becak pun saat ini banyak yang sudah memilikinya. Hebat kan?</p>
<p>Coba Anda lihat orang-orang yang sedang menunggu bus di halte. Apa yang mereka lakukan? Wow, sebagian besar lagi asyik dengan handphone mereka masing-masing.</p>
<p>Anak-anak sekolah pun nggak mau kalah. Coba saja Anda amati kerumunan anak-anak sekolah, siapa yang nggak punya handphone? Saya yakin lebih sedikit daripada yang punya.</p>
<p><span id="more-58"></span></p>
<p>Dalam waktu singkat handphone telah mengubah kebiasaan kita sehari-hari.</p>
<p>Mulai dari bangun tidur hingga mau tidur lagi sepertinya kita tidak bisa lepas dari handphone. Kalau dulu kita biasa dibangunkan oleh jam weker, sekarang sudah tidak lagi. Sudah digantikan dengan alarm handphone. Lebih praktis, kata yang pakai.</p>
<p>Dulu kalau bepergian kalau nggak bawa jam tangan rasanya ada yang kurang. Tapi sekarang itu sudah nggak masalah lagi, asalkan bawa handphone semuanya beres.</p>
<p>Yang lebih heboh lagi, orang sakit yang lagi opname di rumah sakit pun nggak mau ketinggalan.  Saya lihat sendiri di rumah sakit Bantul kemarin. Meskipun tangan dipasangi infus ternyata itu nggak jadi halangan untuk ber-handphone ria.</p>
<p>Oh, handphone&#8230;. apa jadinya jika dikau nggak ada di sisiku&#8230;.. <img src='http://www.wahyuwibowo.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wahyuwibowo.net/handphone-telah-mengubahnya/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Wow, Teknik Informatika Ya&#8230;</title>
		<link>http://www.wahyuwibowo.net/wow-teknik-informatika-ya</link>
		<comments>http://www.wahyuwibowo.net/wow-teknik-informatika-ya#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 03:12:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Topik Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wahyuwibowo.net/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang mengatakan kalau penghasilan pekerja IT itu besar dan lapangan kerjanya cukup luas. Tidak mengherankan jika program studi informatika di berbagai perguruan tinggi peminatnya cukup banyak.
Melihat peluang bisnis yang cukup menggiurkan ini, perguruan tinggi lain yang belum punya program studi atau jurusan informatika pun ramai-ramai membuka program studi serupa.
Sampai-sampai ada kerancuan program studi di perguruan tinggi. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak orang mengatakan kalau penghasilan pekerja IT itu besar dan lapangan kerjanya cukup luas. Tidak mengherankan jika program studi informatika di berbagai perguruan tinggi peminatnya cukup banyak.</p>
<p>Melihat peluang bisnis yang cukup menggiurkan ini, perguruan tinggi lain yang belum punya program studi atau jurusan informatika pun ramai-ramai membuka program studi serupa.</p>
<p>Sampai-sampai ada kerancuan program studi di perguruan tinggi. Sudah punya program studi ILmu Komputer, eh belum puas juga. Akhirnya buka baru, program studi Teknik Informatika, Manajemen Informatika dan seabreg program studi lain yang juga pake embel-embel informatika.</p>
<p>Apakah laku? Wow, ternyata peminatnya juga banyak. Tidak kalah bersaing meski banyak program studi serupa. Lalu sebenarnya apa sih yang menjadi daya tarik program studi informatika ini?</p>
<p><span id="more-56"></span></p>
<p>Kalau diamati sepertinya tidak ada yang istimewa dengan program studi informatika, masih kalah dengan kedokteran. Rata-rata mata kuliah yang diajarkan juga sama. Masa studinya juga. Mungkin karena promosinya gencar kali ya?</p>
<p>Dari sisi calon mahasiswa, apa sebenarnya yang dicari? Sekedar gengsi, gagah-gagahan, biar cepat dapat kerja atau apa? Saya sendiri kurang tahu. Belum pernah melakukan penelitian soalnya.</p>
<p>Bisa dibilang lapangan kerja di bidang IT memang sangat luas. Bahkan hampir semua bidang pekerjaan bisa menyerap tenaga IT. Namun ternyata tidak semuanya bisa dipenuhi. Pengin tahu kenapa? Jawabnya sederhana saja:</p>
<p>&#8220;Mayoritas lulusan Informatika di Indonesia ini belum siap kerja!&#8221;</p>
<p>Ironis memang, di satu sisi lulusannya cukup banyak, tapi disisi lain yang memenuhi syarat alias benar-benar ahli hanya sedikit. Apa sih hebatnya lulus cepat atau cumlaude, tapi nggak punya keahlian sama sekali?</p>
<p>Bagaimana dengan saya sendiri? Sama saja, saya juga tidak punya keahlian spesifik, tapi untungnya bukan lulusan teknik informatika. <img src='http://www.wahyuwibowo.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wahyuwibowo.net/wow-teknik-informatika-ya/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Susahnya Tinggal di Desa</title>
		<link>http://www.wahyuwibowo.net/susahnya-tinggal-di-desa</link>
		<comments>http://www.wahyuwibowo.net/susahnya-tinggal-di-desa#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 12:01:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Topik Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wahyuwibowo.net/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Pengin tahu gimana susahnya tinggal di pedesaan? Simak penuturan saya di tulisan ini, hehehe&#8230; (gaya penyiar radio). Ada baiknya Anda pertimbangkan matang-matang sebelum memutuskan untuk pindah ke desa (bagi yang mau pindah tentunya).
Saya tidak bermaksud menakuti-nakuti, hanya sekedar berbagi cerita saja. Kebetulan saya tinggal di desa. Desa yang jauh dari perkotaan namun cukup maju. Yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengin tahu gimana susahnya tinggal di pedesaan? Simak penuturan saya di tulisan ini, hehehe&#8230; (gaya penyiar radio). Ada baiknya Anda pertimbangkan matang-matang sebelum memutuskan untuk pindah ke desa (bagi yang mau pindah tentunya).</p>
<p>Saya tidak bermaksud menakuti-nakuti, hanya sekedar berbagi cerita saja. Kebetulan saya tinggal di desa. Desa yang jauh dari perkotaan namun cukup maju. Yang jelas cerita saya ini ada kaitannya dengan masalah keuangan dan gaya hidup di desa.</p>
<p>Jika kita tidak ekstra hati-hati bisa jadi kondisi keuangan kita akan mudah jebol. Jangan kira tinggal di desa nggak bisa menjebolkan keuangan keluarga. Terutama bagi yang sudah berkeluarga. Hehehe&#8230; untungnya saya belum berkeluarga.</p>
<p>Oke, saya mulai saja ceritanya, biar Anda tidak penasaran.</p>
<p><span id="more-46"></span></p>
<p><strong>1. Ronda/Siskamling</strong></p>
<p>Jika kita tinggal di desa mau nggak mau harus ikut kelompok ronda, jika tidak ingin ketiban sial. Tidak perlu khawatir, cuma seminggu sekali. Dan itupun menurut saya nggak terlalu susah. Lha wong cuma pindah tidur saja kok, hehehe&#8230;.</p>
<p>Apa sangsinya jika nggak ikut ronda? Tidak terlalu berat, cuma didiamkan saja. Didiamkan gimana? Ya, didiamkan saja. Bisa dibayangkan seandainya kita dicuekin orang, apalagi orang yang kita kenal? Wow, hukuman yang sangat kejam.</p>
<p><strong>2. Sumbang Menyumbang</strong></p>
<p>Di kota barangkali tidak akan jadi beban jika ada tetangga ngasih nasi (jika ada hajatan maksudnya). Tapi tidak demikian jika di desa. Jika ada yang ngasih nasi, itu berarti kita harus nyumbang. Nyumbang duit gitu loh..</p>
<p>Kalau hanya satu atau dua kali dalam sebulan mungkin nggak masalah ya. Gimana kalau sepuluh kali dalam sebulan? Bisa tekor dong. Bagi yang kenalannya banyak pasti akan merasakan hal ini. Jadi jangan jor-joran dalam ngasih sumbangan, sewajarnya saja.</p>
<p><strong>3. Popularitas Pegang Peranan Sangat Penting</strong></p>
<p>Jika Anda termasuk orang populer di desa, bersiaplah untuk sibuk. Setidaknya hal itu terjadi pada ibu tercinta saya. Orang yang populer pasti dimanapun ia berada pasti kepake. Tidak peduli apakah dia itu sibuk atau tidak.</p>
<p>Misalnya dalam kepengurusan organisasi. Orang yang terpilih jadi pengurus pasti orang yang cukup populer dan yang dihormati. Entah itu ketua RT, PKK, kelompok arisan dan sebagainya. Jika ada yang punya hajatan, bersiaplah untuk di-<em>dhapuk</em> jadi MC atau yang memberi sambutan.</p>
<p><strong>4. Hajatan</strong></p>
<p>Bagaimana seandainya punya hajatan, pernikahan atau khitanan misalnya? Siap-siap saja keluar uang banyak, karena akan ada hal-hal yang tidak terduga. Di kota biasanya hajatan pernikahan, satu atau dua hari sudah selesai. Tapi di desa bisa nyampe seminggu bahkan lebih.</p>
<p><strong>5. Gotong royong</strong></p>
<p>Sesibuk apapun kita, harus bisa meluangkan waktu untuk ikut gotong royong. Minimal kelihatan batang hidungnya walaupun hanya sebentar. Lebih bagus lagi jika menyediakan minuman ala kadarnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wahyuwibowo.net/susahnya-tinggal-di-desa/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Gile, Ada Telepon Nyasar Lagi</title>
		<link>http://www.wahyuwibowo.net/gile-ada-telepon-nyasar-lagi</link>
		<comments>http://www.wahyuwibowo.net/gile-ada-telepon-nyasar-lagi#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 12:16:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Topik Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wahyuwibowo.net/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Pagi tadi saya dapat telepon yang rada aneh. Sekitar jam 7, lagi asyik-asyiknya coding, tiba-tiba hp saya bunyi. Setelah saya angkat, di seberang sana terdengar suara cewek yang cukup mengagetkan sekaligus membuat saya geli.
&#8220;Dik, ini gimana nih, aku kok nggak paham dengan tulisannya&#8230;&#8221;
Apa-apaan nih. Masak pagi-pagi sudah dapat komplen. Saya lihat nomor handphone mbak ini tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi tadi saya dapat telepon yang rada aneh. Sekitar jam 7, lagi asyik-asyiknya coding, tiba-tiba hp saya bunyi. Setelah saya angkat, di seberang sana terdengar suara cewek yang cukup mengagetkan sekaligus membuat saya geli.</p>
<p>&#8220;Dik, ini gimana nih, aku kok nggak paham dengan tulisannya&#8230;&#8221;</p>
<p>Apa-apaan nih. Masak pagi-pagi sudah dapat komplen. Saya lihat nomor handphone mbak ini tidak ada di daftar. Wah jangan-jangan telepon nyasar lagi nih. Saya tanya siapa dia. Dia ngaku, namanya mbak Fitri.</p>
<p>Yang membuat saya heran kok dia panggilnya persis nama saya ya. Saya jadi berpikir, jangan-jangan cewek ini lagi ngerjain saya. Satu lagi yang membuat saya agak bete, mbak ini memanggil saya dengan sebutan &#8220;dik&#8221;. Duh malang bener, masak saya dianggap anak kecil.</p>
<p><span id="more-43"></span></p>
<p>Akhir-akhir ini saya memang sering dapat telepon iseng. Ada yang miscall berkali-kali, ada juga yang ngirim SMS iseng. Kalau cuma sekali dua kali sih nggak masalah. Tapi ini berkali-kali je, lagian timing-nya itu nggak tepat.</p>
<p>Bayangkan saja lagi sibuk mengerjakan coding, eh tiba-tiba hp bunyi. Buyar deh konsentrasi saya. Belum lagi deadline pekerjaan sudah hampir tiba. Payah, bener-bener mengganggu.</p>
<p>Saya memang memiliki sedikit masalah dengan konsentrasi. Sedikit saja terganggu, pasti semua yang tadinya ada dipikiran jadi menguap semua. Tidak berbekas sama sekali.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wahyuwibowo.net/gile-ada-telepon-nyasar-lagi/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pendiam + Pendiam = ?</title>
		<link>http://www.wahyuwibowo.net/pendiam-pendiam</link>
		<comments>http://www.wahyuwibowo.net/pendiam-pendiam#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Apr 2008 02:49:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Topik Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wahyuwibowo.net/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Ngomong-ngomong soal pernikahan, saya jadi kepikiran rumus seperti judul di atas. Hehehe&#8230;kurang kerjaan ya? Ilustrasinya seperti ini. Si A adalah seorang pria yang pendiam, ketemu dengan seorang wanita, katakanlah si B, yang juga seorang pendiam.
Bagaimana seandainya A dan B ini menikah? Apakah nantinya rumah tangga mereka kayak kuburan? Wajar dong saya beranggapan seperti itu, mengingat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.wahyuwibowo.net/menikah-siapa-sih-yang-nggak-pengin">Ngomong-ngomong soal pernikahan</a>, saya jadi kepikiran rumus seperti judul di atas. Hehehe&#8230;kurang kerjaan ya? Ilustrasinya seperti ini. Si A adalah seorang pria yang pendiam, ketemu dengan seorang wanita, katakanlah si B, yang juga seorang pendiam.</p>
<p>Bagaimana seandainya A dan B ini menikah? Apakah nantinya rumah tangga mereka kayak kuburan? Wajar dong saya beranggapan seperti itu, mengingat keduanya memiliki tipe yang sama, yaitu sama-sama pendiam.</p>
<p>Ibaratnya pemain sepakbola, jika ada dua pemain yang memiliki tipe permainan sama tapi keduanya dimainkan oleh sang manajer, nantinya permainan tim tersebut nggak akan berkembang. Tidak akan terjalin kerjasama yang apik diantara mereka.</p>
<p>Kembali ke masalah pendiam di atas. Menurut teori yang pernah saya baca orang yang pendiam itu cenderung menutup diri. Jarang sekali ia mengungkapkan isi hatinya kepada orang lain. Setiap kali menghadapi masalah pasti akan dipendam dalam hati.</p>
<p><span id="more-41"></span></p>
<p>Orang lain menganggap si pendiam ini orang yang sombong. Nggak suka bergaul dengan orang lain. Nggak pernah ngumpul dengan teman-temannya. Padahal sebenarnya mungkin nggak seperti itu. Bisa saja kan si pendiam ini memang nggak percaya diri.</p>
<p>Tapi sepertinya skenario tersebut di atas jarang terjadi. Mengapa saya katakan demikian? Karena yang saya lihat kebanyakan orang yang pendiam itu menikahnya dengan orang yang agak &#8220;cerewet&#8221;.</p>
<p>Hasilnya rumah tangga mereka jadi &#8220;berwarna&#8221;, saling melengkapi satu sama lain. Jadi rumusnya adalah &#8220;PENDIAM + CEREWET = IDEAL&#8221;. Hehehe&#8230; bener nggak sih?</p>
<p>Bagaimana seandainya kejadiannya malah seperti ini, CEREWET + CEREWET ? Wah pasti rumah tangganya ramai sekali. Bisa terjadi Perang Dunia III nih. Atau perang bintang malah, ada piring terbang soalnya. <img src='http://www.wahyuwibowo.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wahyuwibowo.net/pendiam-pendiam/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
