Kritik Untuk Sinetron Guruku …

Kalau saya perhatikan, sekarang ini kok sepertinya tayangan sinetron di televisi makin tak terkendali ya. Sekedar mencari popularitas tampaknya. Mutunya gimana? Kurang diperhatikan. Bahkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sangat meracuni generasi muda.

Salah satu contoh yang ingin saya bahas disini adalah sinetron yang berjudul “Guruku …” di salah satu stasiun televisi swasta. Sengaja judulnya saya bikin nggak lengkap, silakan di terka sendiri.

Baca selengkapnya

Anggaran Pendidikan 20 Persen

Beberapa waktu yang lalu — tepatnya saya lupa — pemerintah setuju untuk menaikkan anggaran pendidikan menjadi 20 persen dalam APBN tahun mendatang. Banyak kalangan yang menilai bahwa langkah itu bernuansa politis.

Tentu semua tahu kalau beberapa bulan lagi negeri tercinta ini akan ada hajatan besar. Apalagi kalau bukan Pemilu untuk memilih wakil rakyat serta presiden dan wakil presiden. Pengamat politik mengatakan bahwa langkah pemerintah itu bertujuan untuk mendongkrak popularitas pemerintah di mata rakyat. Biar dikatakan memperjuangkan hak-hak rakyat. Yah, namanya juga pengamat politik.

Kalau saya pribadi — saya bukan pengamat politik loh — langkah tersebut patut didukung. Walau bermuatan politik, langkah itu memang harus dan wajib ditempuh. Kapan lagi kalau bukan saat ini. Nggak mungkin kan menunggu dua atau tiga tahun lagi. Nggak sempat. Pemerintahan sekarang kan nggak sampai setahun lagi, iya kan?

Baca selengkapnya

Nggak Lulus, Ya Jangan Ngamuk Dong

Saya tidak habis pikir, kok ada ya anak-anak di Jogja yang bisa berbuat kejam hanya gara-gara nggak lulus ujian. Dulu saya beranggapan bahwa semua pelajar di Jogja ini alim-alim dan sopan. Tapi ternyata anggapan saya itu tidak sepenuhnya benar.

Baru-baru ini ada sejumlah pelajar (atau mantan pelajar?) yang dengan tega menganiaya kepala sekolah karena tidak lulus ujian. Kejadiannya di salah satu sekolah di Bantul. Para pelaku menghadang kepala sekolah tersebut pada saat pulang.

Apa yang mereka lakukan? Tidak tanggung-tanggung bapak kepala sekolah yang malang itu dihajar habis-habisan. Tak hanya itu, mobilnya pun menjadi sasaran amukan mereka. Sungguh kejam perilaku mereka itu.

Entah setan mana yang merasuki mereka pada saat itu. Yang jelas sekarang mereka harus menghadapi jeratan hukum. Inikah potret kehidupan pelajar sekarang ini? Pelajar yang mudah marah, brutal dan mau menang sendiri? Semoga saja tidak.

Di tengah situasi perekonomian yang sedang carut-marut seperti sekarang ini, menghadapi persoalan sekecil apa pun orang jadi mudah emosi. Mungkin itu yang menjadi penyebab dari semua itu. Ataukah ada yang lain?

Posting Terbaru

Komentar

    • boyocreative: thanks buat infonya nih mas... saya newbie di dunia blog. ...
    • aning: gimana caranya gabung?saya ingin sekali join ...
    • Wahyu Wibowo: Ide yang cemerlang ... ...
    • bocahmiring: bagaimana kalau digabung? jadi mobile web application? platform independent, jadi ndak ...
    • Ms.Sinaga: Hi, saya mampir kesini setelah meng-google PNS. Saya sedih banget, ...
    • Yana: Kenapa judul 'kotor' pake tanda kutip ya? Bukankah bengkel motor memang ...
    • Yana: Mau sharing aja nih. Aku dulu sempet kursus bahasa Inggris di ...
    • Yana: Bener! Temenku jd PNS di Depnaker jg murni krn lolos tes, ...
    • Yana: Syaratnya teknisnya ga ada ya?! ...
    • Kang Nur: wah, saya belum dapat uang dari ngeblog. belum pasang iklan. ...