<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Wahyu Wibowo on The Net &#187; Menulis</title>
	<atom:link href="http://www.wahyuwibowo.net/category/menulis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.wahyuwibowo.net</link>
	<description>Belajarlah ilmu dan ajarkan pada manusia (Umar bin Khathab)</description>
	<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 16:39:25 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>XL Award 2008 - Writing &#038; Photo Competition</title>
		<link>http://www.wahyuwibowo.net/xl-award-2008-writing-photo-competition</link>
		<comments>http://www.wahyuwibowo.net/xl-award-2008-writing-photo-competition#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 14:17:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wahyuwibowo.net/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[PT. Excelcomindo Pratama Tbk (XL) menyelenggarakan lomba karya tulis dan foto XL Award 2008
Total hadiah: Rp. 200 juta.
KATEGORI PESERTA

Wartawan
Masyarakat Umum

LOMBA KARYA TULIS
Tema :

Regulasi pemerintah bidang telekomunikasi dan konsekuensi bagi industri selular.
Mencari layanan nilai tambah (VAS) seluler paling efektif dan bermanfaat bagi publik
Konvergensi IT dan Telekomunikasi dan keuntungan bagi masyarakat.
Masa depan 3G dan peluang WiMAX di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PT. Excelcomindo Pratama Tbk (XL) menyelenggarakan lomba karya tulis dan foto XL Award 2008</p>
<p>Total hadiah: Rp. 200 juta.</p>
<p><strong>KATEGORI PESERTA</strong></p>
<ol>
<li>Wartawan</li>
<li>Masyarakat Umum</li>
</ol>
<p><strong>LOMBA KARYA TULIS</strong></p>
<p>Tema :</p>
<ul>
<li>Regulasi pemerintah bidang telekomunikasi dan konsekuensi bagi industri selular.</li>
<li>Mencari layanan nilai tambah (VAS) seluler paling efektif dan bermanfaat bagi publik</li>
<li>Konvergensi IT dan Telekomunikasi dan keuntungan bagi masyarakat.</li>
<li>Masa depan 3G dan peluang WiMAX di pasar Indonesia.</li>
<li>Dampak investasi di sektor telekomunikasi seluler terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.</li>
<li>Turunnya tarif telekomunikasi terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masayarakat Indonesia.</li>
<li>Pengaruh perkembangan telekomunikasi seluler terhadap perkembangan industri tertentu di Indonesia.</li>
</ul>
<p><span id="more-156"></span></p>
<p><strong>LOMBA FOTO</strong></p>
<p>Tema :</p>
<ul>
<li>Selular dan kebutuhan masyarakat menengah ke bawah.</li>
<li>Edukasi seluler kepada pelanggan.</li>
<li>Ketatnya persaingan antar operator.</li>
<li>Jaringan telekomunikasi menjangkau daerah-daerah pelosok negeri.</li>
<li>Kepedulian industri selular keapda masyarakat dan pelanggan.</li>
</ul>
<p><strong>KRITERIA UMUM PENILAIAN</strong></p>
<ol>
<li>Kesesuaian dengan tema</li>
<li>Visualisasi</li>
<li>Unsur teknis</li>
</ol>
<p><strong>PERSYARATAN</strong></p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Lomba Karya Tulis</span></p>
<ul>
<li>Materi tulisan pernah dipublikasikan di media cetak/media online antara 1 Oktober – 31 Desember 2008 untuk wartawan, dan dipublikasikan di media cetak/media online/blog pada periode/waktu yang sama untuk umum.</li>
<li>Materi tulisan berformat feature dan in-depth reporting (untuk wartawan)</li>
<li>Materi tulisan berformat feature, in-depth reporting, atau opini dan bukan berformat laporan ilmiah (untuk umum)</li>
<li>Materi tulisan yang dikirim harus :
<ul>
<li>Dalam format file MS Word (Soft copy)</li>
<li>Disertai bukti pemuatan berupa kliping asli bukan fotocopy (untuk media cetak) atau link website/blog melalui email (untuk media online/blog)</li>
</ul>
</li>
<li>Materi tulisan belum pernah dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba sejenis yang diselenggarakan XL maupun pihak lain.</li>
<li>Setiap peserta bias mengirimkan maksimal 3 (tiga) tulisan.</li>
</ul>
<p><span style="text-decoration: underline;">Lomba Foto </span></p>
<ul>
<li>Materi tulisan pernah dipublikasikan di media cetak/media online antara 1 Oktober – 31 Desember 2008 untuk wartawan, dan dipublikasikan di media cetak/media online/blog pada periode/waktu yang sama untuk umum.</li>
<li>Materi foto dikirim dalam bentuk :
<ul>
<li>Tercetak dengan ukuran A-4 (bias lewat pos/kurir/diantar langsung)</li>
<li>Soft copy dalam format JPG (bias lewar email)</li>
<li>Bukti pemuatan berupa kliping asli bukan fotocopy (untuk media cetak) atau link yang dikirim melalui email ke peserta (untuk media online/blog)</li>
</ul>
</li>
<li>Materi foto belum pernah dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba sejenis yang diselenggarakan XL mauun pihak lain.</li>
<li>Foto harus sesuai dengan tema yang telah ditentukan.</li>
<li>Setiap peserta bias mengirimkan maksimal 3 (tiga) foto</li>
</ul>
<p><strong>HADIAH LOMBA</strong></p>
<p>Juara I untuk setiap kategori dan jenis lomba Rp. 18.000.000,-</p>
<p>Juara II untuk setiap kategori dan jenis lomba Rp. 13.000.000,-</p>
<p>Juara III untuk setiap kategori dan jenis lomba Rp. 8.000.000,-</p>
<p>Juara harapan I untuk setiap kategori dan jenis lomba Rp. 3.000.000,-</p>
<p>Juara harapan II untuk setiap kategori dan jenis lomba Rp. 2.000.000,-</p>
<p>Tiap pemenang akan mendapatkan : Sertifikat + Thropy + Pulsa XL Rp. 1.200.000,-</p>
<p><strong>PENGIRIMAN HASIL KARYA</strong></p>
<ol>
<li>Hasil karta artikel tulis dan foto serta bukti pemuatan (menuliskan alamat URL dan bagi peserta umum yang mempublikasikan tulisan atau fotonya melalui blog/website) dikirimkan ke:<br />
<strong>Pantitia XL Award 2008 Writing &amp; Photo Competition<br />
KoJI, Jl. Prof. Dr. Soepomo Komplek Bier No 1A<br />
Menteng Dalam, Jakarta Selatan.<br />
Telp. 021 83702660, 32709418</strong></li>
<li>Soft copy karya tulis (MS Word) dan foto JPG (maksimum 2 M) dikirim ke <strong>XLAward @ xl.co.id</strong></li>
<li>Karya tulis dan foto diterima panitia selambat-lambatnya tanggal 5 Januari 2009</li>
<li>PR Agency, XL dan dewan juri akan menguumkan pemenang pada acara XL Award 2008 yang berlangsung pada akhir Januari 2009.</li>
</ol>
<p><a href="http://www.xl.co.id/tabid/114/language/en-US/newsId/304/Default.aspx" target="_blank">Sumber</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wahyuwibowo.net/xl-award-2008-writing-photo-competition/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Menulis Untuk Media Massa (3)</title>
		<link>http://www.wahyuwibowo.net/kiat-menulis-untuk-media-massa-3</link>
		<comments>http://www.wahyuwibowo.net/kiat-menulis-untuk-media-massa-3#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 09:42:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wahyuwibowo.net/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[KESEMBILAN, jangan sungkan untuk membaca ulang hasil tulisan kita.
Jangan sampai saat tulisan sudah ditangan redaksi, masih ada kesalahan ketik yang mengganggu, logika tulisan yang kacau, kalimat tidak runtut, sampai tanda baca yang salah. Kecenderungan inilah yang membuat tulisan kita berakhir di tong sampah.
Jangan pula berharap pihak redaksi media massa tersebut mau memberikan masukan kenapa tulisan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>KESEMBILAN</strong>, jangan sungkan untuk membaca ulang hasil tulisan kita.</p></blockquote>
<p>Jangan sampai saat tulisan sudah ditangan redaksi, masih ada kesalahan ketik yang mengganggu, logika tulisan yang kacau, kalimat tidak runtut, sampai tanda baca yang salah. Kecenderungan inilah yang membuat tulisan kita berakhir di tong sampah.</p>
<p>Jangan pula berharap pihak redaksi media massa tersebut mau memberikan masukan kenapa tulisan kita ditolak. Mungkin saja tulisan kita adalah salah satu dari sekian ratus tulisan yang menumpuk di meja redaksi.</p>
<p><span id="more-146"></span></p>
<p>Bayangkan, jika semua penulis meminta hal yang sama pada redaksi, betapa sibuknya mereka. Harus disadari oleh penulis, kebanyakan redaksi tidak mengadakan surat-menyurat, sehingga kesalahan penulisan biasanya dipelajari oleh si penulis sendiri atau meminta saran dari penulis senior.</p>
<p>Kemudian ketik dengan bersih hasil editan, revisi dan koreksian kita. Bagi calon penulis atau pemula, pekerjaan mengedit ini tidak cukup sekali atau dua kali, mungkin sampai empat atau lima kali. Baca sekali lagi sebelum kita yakin bahwa tulisan ini adalah tulisan terbaik yang kita hasilkan sehingga laik muat.</p>
<blockquote><p><strong>KESEPULUH</strong>, jangan salah alamat. Sebelum menulis alamat media massa di amplop, pastikan lebih dulu ke media massa naskah atau tulisan yang akan kita kirim.</p></blockquote>
<p>Pelajari lebih dahulu media massa tersebut. Adakah rubrik tersebut di media massa itu. Pelajari juga selera atau keinginan redaksinya. Hal ini dapat dilihat dari isi media massa yang bersangkutan dengan jalan membacanya setiap kali terbit atau untuk surat kabar selama tujuh kali penerbitan.</p>
<p>Jangan sampai terjadi, tulisan rubrik pertanian Anda kirimkan ke rubrik politik begitu pula dengan media massanya.</p>
<blockquote><p><strong>KESEBELAS</strong>, jangan tunggu dimuat. Sifat jelek seorang calon penulis adalah menunggu tulisannya dimuat tanpa membuat tulisan baru.</p></blockquote>
<p>Jika mulai lelah menulis, kita bisa membaca buku untuk mencerahkan pikiran. Hendaklah seorang penulis terus menerus menulis secara kontinyu. Habis yang satu, tulis masalah lain.</p>
<p>Jangan sampai tulisan tak kunjung dimuat, sedangkan tulisan baru tidak ada. Tulislah masalah yang baru dan kirimkan ke media massa yang berbeda.</p>
<blockquote><p><strong>KEDUABELAS</strong>, sugesti positif. Mulai sekarang buanglah jauh-jauh perkataan atau kalimat, &#8220;Saya tidak bisa.&#8221;</p></blockquote>
<p>Ganti dengan kata-kata atau kalimat yang membangkitkan semangat. Kata-kata itu berguna untuk mensugesti diri.</p>
<p>Kata-kata atau kalimat, &#8220;Saya pasti bisa&#8221; dapat dikatakan sebagai sugesti positif. Untuk lebih memantapkan keyakinan, tulislah dengan huruf besar-besar, &#8220;SAYA INGIN JADI PENULIS.&#8221; Kemudian tempelkan di kamar tidur hingga mudah dibaca setiap waktu.</p>
<blockquote><p><strong>KETIGABELAS</strong>, seorang calon penulis, harus mempunyai sifat rajin, tekun dan sabar. Sifat-sifat seperti ini harus dimiliki oleh setiap penulis yang ingin maju.</p></blockquote>
<p>Rajin mengikuti perkembangan, tekun dalam berlatih, memupuk kesabaran saat tulisannya belum laik muat, serta terus-menerus mencoba memperbaikinya.</p>
<p>Akhrnya tidak ada kata yang tepat selain, selamat menulis.</p>
<p><em>(selesai)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wahyuwibowo.net/kiat-menulis-untuk-media-massa-3/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Menulis Untuk Media Massa (2)</title>
		<link>http://www.wahyuwibowo.net/kiat-menulis-untuk-media-massa-2</link>
		<comments>http://www.wahyuwibowo.net/kiat-menulis-untuk-media-massa-2#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 00:44:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wahyuwibowo.net/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[KETIGA, penulis harus memiliki modal. Bisa berbentuk materi atau keahlian.
Modal utama adalah kemahiran dan kemampuan berbahasa yang baik dan benar. Kemahiran ini harus diuji dan dipraktekkan melalui latihan yang kontinyu yakni dengan membaca dan menulis.
Banyak membaca akan melatih kemampuan berbahasa dan teknik penulisan yang benar. Serta akan mendorong kita untuk menuangkan ide atau gagasan kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>KETIGA</strong>, penulis harus memiliki modal. Bisa berbentuk materi atau keahlian.</p></blockquote>
<p>Modal utama adalah kemahiran dan kemampuan berbahasa yang baik dan benar. Kemahiran ini harus diuji dan dipraktekkan melalui latihan yang kontinyu yakni dengan membaca dan menulis.</p>
<p>Banyak membaca akan melatih kemampuan berbahasa dan teknik penulisan yang benar. Serta akan mendorong kita untuk menuangkan ide atau gagasan kita ke dalam tulisan.</p>
<p>Sedangkan modal materi tentu saja peralatan untuk menulis. Baik itu mesin ketik atau komputer, kertas, dan lainnya.</p>
<p><span id="more-143"></span></p>
<blockquote><p><strong>KEEMPAT</strong>, teruslah menulis. Tuliskan apa yang ada di pikiran kita. Teruslah berlatih menulis dan jangan pernah berhenti.</p></blockquote>
<p>Yakinkan diri sendiri, menulis itu indah. Sebuah pekerjaan yang menyenangkan. Tulisan kita akan jadi pedoman hidup bagi pembacanya.</p>
<p>Orang yang membacanya jadi tertarik akan bahasa, susunan kalimat, dan penguraiannya. Hal itu dapat dimulai dengan menuliskan kejadian sehari-hari yang kita alami lewat buku harian.</p>
<blockquote><p><strong>KELIMA</strong>, berwawasan luas. Rajin membaca adalah salah satu kuncinya. Selain pengetahuan kita akan bertambah luas, &#8220;jendela&#8221; kita pun akan semakin terbuka.</p></blockquote>
<p>Dengan wawasan yang luas, kita akan dapat menulis berbagai masalah. Seorang penulis yang berwawasan tidak akan kehabisan ide untuk menulis.</p>
<blockquote><p><strong>KEENAM</strong>, disiplin. Bila seorang penulis ingin melihat tulisannya muncul di media massa, disiplin yang ketat adalah salah satu kuncinya.</p></blockquote>
<p>Sempatkanlah menulis dua kali sehari, pilih waktu yang sesuai untuk kita. Berlatihlah minimal selama satu jam. Setelah terbiasa, menulis akan terasa lebih mudah.</p>
<p>Jangan menulis kalimat yang panjang dan bertele-tele. Maksudnya agar pembaca cepat menangkap ide penulis. Disiplin ini berguna untuk mendidik dan membiasakan menulis pada waktu-waktu tertentu.</p>
<p>Ada pula penulis yang menunggu mood datang. Jika tidak ingin &#8220;diperbudak&#8221; oleh rasa itu, cobalah resep seorang penulis spesialis keluarga dan pernikahan ini, ia akan menulis saat tidak mood dan tidak menulis saat mood datang!</p>
<blockquote><p><strong>KETUJUH</strong>, penulis harus teliti dan berhati-hati. Kecerobohan adalah musuh bagi seorang penulis.</p></blockquote>
<p>Ketelitian dan hati-hati ini tidak hanya dalam menulis, berpikir, dan membaca saja, tetapi juga ketika mengetik, mengabadikan pendapat, menulis nama orang, nama media massa, dan alamat media massa itu.</p>
<blockquote><p><strong>KEDELAPAN</strong>, tabah menghadapi kendala. Kendala itu kadang-kadang berawal dari diri kita sendiri maupun lingkungan di luar.</p></blockquote>
<p>Kendala dari sendiri adalah rasa malas yang luar biasa. Enggan menerima kritik atau patah arang saat tulisannya (lagi-lagi) dikembalikan. Inilah yang membuat orang malas menulis atau menjadi penulis.</p>
<p>Penulis yang tidak tabah, jangan bercita-cita menjadi penulis terkenal. Padahal sebenarnya kita tahu tidak banyak penulis di Indonesia. Penulis di media massa boleh dikatakan hanya itu-itu saja.</p>
<p><em>(bersambung)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wahyuwibowo.net/kiat-menulis-untuk-media-massa-2/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Menulis Untuk Media Massa (1)</title>
		<link>http://www.wahyuwibowo.net/kiat-menulis-untuk-media-massa-1</link>
		<comments>http://www.wahyuwibowo.net/kiat-menulis-untuk-media-massa-1#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 03:30:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wahyuwibowo.net/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Ada artikel menarik tentang kiat menulis untuk media massa, yang saya ambil dari majalah Ummi. Barangkali bermanfaat bagi Anda yang lagi membutuhkan pencerahan seputar dunia penulisan.
Menulis itu gampang, kata seorang penulis terkenal. Benarkah? Lalu mengapa sulit sekali menuangkan pikiran kita ke dalam tulisan, padahal kadang-kadang idenya merupakan representasi kehidupan sehari-hari?
Ada baiknya kita mengetahui kiat-kiat menulis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada artikel menarik tentang kiat menulis untuk media massa, yang saya ambil dari majalah Ummi. Barangkali bermanfaat bagi Anda yang lagi membutuhkan pencerahan seputar dunia penulisan.</p>
<blockquote><p>Menulis itu gampang, kata seorang penulis terkenal. Benarkah? Lalu mengapa sulit sekali menuangkan pikiran kita ke dalam tulisan, padahal kadang-kadang idenya merupakan representasi kehidupan sehari-hari?</p></blockquote>
<p>Ada baiknya kita mengetahui kiat-kiat menulis yang diperlukan bagi penulis pemula.</p>
<p>Hal yang sering dikeluhkan oleh penulis pemula atau calon penulis, umumnya kesulitan menuangkan ide pokok ke dalam tulisan. Setelah menulis beberapa paragraf, kita kemudian seperti kehilangan ide pokok. Alhasil, antara paragraf satu dengan yang lain tidak nyambung sama sekali.</p>
<p><span id="more-139"></span></p>
<p>Masalah lain adalah terlalu banyak ide yang ingin kita tuangkan ke dalam tulisan hingga ide tulisan berloncatan kesana kemari tak tentu arah. Logika yang kita gunakan pun seringkali salah tanpa kita sadari. Bahkan untuk sebuah cerpen sederhana, kesalahan ini masih banyak ditemukan.</p>
<p>Menulis itu gampang atau sulit?</p>
<p>Jawaban pertanyaan ini sangat relatif. Ada orang yang hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk menyelesaikan tulisannya, namun ada pula yang berkali-kali menatap kertas atau layar kosong monitor dengan wajah putus asa.</p>
<p>Jadi gampang atau sulit itu amat tergantung pada sejauh mana keseriusan Anda untuk terus menulis.</p>
<p>Tahukah Anda kalau Ernest Hemingway, sastrawan kondang itu harus menelan kepahitan dengan berpuluh kali, bahkan lebih, tulisannya ditolak mentah-mentah oleh penerbit? Modal kepercayaan diri yang besar dan semangat pantang menyerahlah yang membuat namanya termashur seperti sekarang.</p>
<p>Nah, apakah Anda mempercayai diri sendiri bahwa Anda bisa menulis? Itu problem utama yang harus diselesaikan sebelum Anda mulai menulis. Berikut ini kiat sederhana untuk penulis pemula.</p>
<blockquote><p><strong>PERTAMA</strong>, seorang penulis harus memiliki keinginan, hasrat, dan cita-cita yang tinggi.</p></blockquote>
<p>Tiga hal tersebut penting dimiliki oleh penulis. Awalilah kegiatan menulis dengan cita-cita atau keinginan mengamalkan ilmu. Cita-cita bijaksana ini akan membuat tulisan Anda mengalir dengan lancar karena berangkat dari hati.</p>
<p>Ingatlah, cita-cita yang besar biasanya berawal dar hal-hal yang kecil.</p>
<blockquote><p><strong>KEDUA</strong>, niat. Niat adalah akar dari segala amal. Ia juga mendasari langkah-langkah yang akan kita ambil dalam menulis. Niat itu melandasi tujuan kita.</p></blockquote>
<p>Apakah kita hendak menjadi penulis terkenal, disenangi oleh para pembaca. Atau ingin menjadi penulis yang menitikberatkan pada pendidikan bagi setiap orang yang membacanya walaupun tidak begitu dikenal orang .</p>
<p>Tanpa niat yang tulus, sulit untuk mencapai keberhasilan. Niat yang baik, hasilnya akan baik pula.</p>
<p><em>(bersambung)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wahyuwibowo.net/kiat-menulis-untuk-media-massa-1/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari Ide Tulisan</title>
		<link>http://www.wahyuwibowo.net/mencari-ide-tulisan</link>
		<comments>http://www.wahyuwibowo.net/mencari-ide-tulisan#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 13:26:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wahyuwibowo.net/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Sejak SD hingga SMA saya tidak begitu suka dengan pelajaran bahasa Indonesia. Alasannya cuma satu, saya nggak begitu suka mengarang. Padahal kita tahu dalam pelajaran tersebut selalu ada mengarangnya, entah itu mengarang puisi, prosa, drama, dan sebagainya.
Saya selalu kehabisan ide jika disuruh mengarang. Apalagi dalam setiap pelajaran mengarang Bapak/Ibu Guru pasti sudah menentukan temanya. Kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak SD hingga SMA saya tidak begitu suka dengan pelajaran bahasa Indonesia. Alasannya cuma satu, saya nggak begitu suka mengarang. Padahal kita tahu dalam pelajaran tersebut selalu ada mengarangnya, entah itu mengarang puisi, prosa, drama, dan sebagainya.</p>
<p>Saya selalu kehabisan ide jika disuruh mengarang. Apalagi dalam setiap pelajaran mengarang Bapak/Ibu Guru pasti sudah menentukan temanya. Kita tidak diperbolehkan menentukan tema sendiri. Dan pada umumnya tema yang dipilih itu tidak terlalu menarik.</p>
<p>Belum lagi adanya keharusan untuk membuat kerangka karangan terlebih dahulu sebelum mulai menulis. Haruskah kita selalu menuruti aturan-aturan itu setiap kali menulis? Menurut saya itu terlalu merepotkan. Kenapa tidak langsung menulis saja? Pertanyaan itu yang selalu ada dalam pikiran saya waktu itu.</p>
<p><span id="more-116"></span></p>
<p>Di saat teman-teman saya sudah hampir selesai dengan pekerjaannya, saya masih pusing menentukan apa yang harus ditulis. Itu kondisi yang saya alami waktu sekolah dulu.</p>
<p>Saya yakin cukup banyak orang yang mengalami kesulitan dalam menentukan ide tulisan. Bisa dibilang mencari ide tulisan itu gampang-gampang susah. Seringkali saat kita sedang dalam kondisi tidak siap untuk menulis, ide-ide tersebut justru muncul di pikiran kita. Namun sebaliknya, saat dibutuhkan, ide tersebut malah menguap begitu saja.</p>
<p>Mungkin ada baiknya kita meniru kebiasaan para penulis sukses yang selalu bawa catatan dan alat tulis kemana pun pergi. Paling tidak kita bisa mencatat ide-ide yang muncul agar tidak hilang begitu saja.</p>
<p>Sudah dulu ah tulisannya, lagi kehabisan ide nih&#8230; <img src='http://www.wahyuwibowo.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wahyuwibowo.net/mencari-ide-tulisan/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menulis Bisa Menghilangkan Stress</title>
		<link>http://www.wahyuwibowo.net/menulis-bisa-menghilangkan-stress</link>
		<comments>http://www.wahyuwibowo.net/menulis-bisa-menghilangkan-stress#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 12:29:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<category><![CDATA[Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wahyuwibowo.net/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang meyakini bahwa kebiasaan menulis di buku harian mempunyai efek yang positif dalam kehidupan mereka. Menulis merupakan salah satu cara untuk menyatakan perasaan dan pendapat yang kalau dipendam malah bisa menimbulkan efek negatif, misalnya saja stress.
James Pennebaker, Ph.D, dan Janet Seager, Ph.D, dalam jurnal Clinical Psychology mengungkapkan bahwa orang yang memiliki kebiasaan menulis pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak orang meyakini bahwa kebiasaan menulis di buku harian mempunyai efek yang positif dalam kehidupan mereka. Menulis merupakan salah satu cara untuk menyatakan perasaan dan pendapat yang kalau dipendam malah bisa menimbulkan efek negatif, misalnya saja stress.</p>
<p>James Pennebaker, Ph.D, dan Janet Seager, Ph.D, dalam jurnal Clinical Psychology mengungkapkan bahwa orang yang memiliki kebiasaan menulis pada umumnya kondisi mentalnya lebih sehat dibandingkan mereka yang tidak memiliki kebiasaan tersebut.</p>
<p>Pikiran yang sehat tentu akan mempunyai dampak positif bagi kesehatan kita secara fisik. Kita tidak akan mudah sakit, selalu segar dan bisa menjalani kehidupan ini secara lebih baik. Selain itu kita juga tidak akan mudah stress bila menghadapi masalah yang berat.</p>
<p><span id="more-112"></span></p>
<p>Dengan menulis sebenarnya kita secara tidak langsung belajar bagaimana berpikir secara kritis, sistematis dan terencana agar tulisan-tulisan kita itu bisa dipahami dan dicerna oleh pembaca dengan mudah.</p>
<p>Kita juga bisa berbagi pengalaman dengan cara menulis misalnya saja melalui blog. Dengan demikian orang lain yang membacanya bisa mengambil manfaat dari tulisan kita itu.</p>
<p>Ambil contoh misalnya saja seorang guru. Dalam menjalani perannya sebagai guru, tentu ia akan sering menemui kesulitan-kesulitan khususnya ketika berinteraksi dengan siswanya. Nah, dengan tulisan ia bisa bercerita banyak bagaimana pengalaman dia dalam mengatasi segala problem tersebut.</p>
<p>Orang lain yang mungkin mengalami permasalahan yang sama tentu akan terbantu dengan adanya tulisan itu. Itulah sisi positif dari kebiasaan menulis.</p>
<p>Ada manfaat lain yang bisa kita peroleh dari kegiatan menulis ini, yaitu bisa mendatangkan rejeki. Coba saja Anda kirimkan tulisan-tulisan Anda ke media cetak seperti koran atau majalah. Kalau dimuat pasti akan mendapat honor yang cukup lumayan.</p>
<p>Jika Anda suka menulis novel atau cerita berseri, karya tersebut bisa diterbitkan menjadi sebuah buku. Keuntungan yang akan didapat tentu akan berlipat-lipat jika buku tersebut laris di pasaran. Selain itu nama kita pun akan menjadi terkenal.</p>
<p>Belum lagi apabila karya kita itu menarik perhatian produser film seperti novel Ayat-ayat Cinta itu. Wah, bisa dipastikan kita akan mendapat rejeki nomplok dari karya kita itu.</p>
<p>Jadi, tunggu apa lagi? Mari kita tumbuhkan kebiasaan menulis dalam diri kita&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wahyuwibowo.net/menulis-bisa-menghilangkan-stress/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
