<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Wahyu Wibowo on The Net &#187; Media</title>
	<atom:link href="http://www.wahyuwibowo.net/category/media/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.wahyuwibowo.net</link>
	<description>Belajarlah ilmu dan ajarkan pada manusia (Umar bin Khathab)</description>
	<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 16:39:25 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Kritik Untuk Sinetron Guruku &#8230;</title>
		<link>http://www.wahyuwibowo.net/kritik-untuk-sinetron-guruku</link>
		<comments>http://www.wahyuwibowo.net/kritik-untuk-sinetron-guruku#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 22:14:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Media]]></category>

		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wahyuwibowo.net/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Kalau saya perhatikan, sekarang ini kok sepertinya tayangan sinetron di televisi makin tak terkendali ya. Sekedar mencari popularitas tampaknya. Mutunya gimana? Kurang diperhatikan. Bahkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sangat meracuni generasi muda.
Salah satu contoh yang ingin saya bahas disini adalah sinetron yang berjudul &#8220;Guruku &#8230;&#8221; di salah satu stasiun televisi swasta. Sengaja judulnya saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau saya perhatikan, sekarang ini kok sepertinya tayangan sinetron di televisi makin tak terkendali ya. Sekedar mencari popularitas tampaknya. Mutunya gimana? Kurang diperhatikan. Bahkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sangat meracuni generasi muda.</p>
<p>Salah satu contoh yang ingin saya bahas disini adalah sinetron yang berjudul &#8220;Guruku &#8230;&#8221; di salah satu stasiun televisi swasta. Sengaja judulnya saya bikin nggak lengkap, silakan di terka sendiri.</p>
<p><span id="more-122"></span></p>
<p>Sinetron yang saya maksud kalau nggak salah inti ceritanya adalah tentang hubungan antara seorang guru (cewek) dengan siswa (cowok tentunya). Di situ digambarkan ada seorang siswa yang naksir gurunya yang cantik. Dan celakanya sang guru ternyata ada rasa juga ke muridnya itu. Dan selanjutnya seperti itulah&#8230;</p>
<p>Yang jadi pertanyaan, kok sinetron seperti ini ditayangkan sih?</p>
<p>Coba dipikir baik-baik. Apa hal ini tidak merusak citra guru (khususnya guru wanita dan masih muda). Apa jadinya kalau ini dicontoh oleh pelajar-pelajar di Indonesia ini? Waduh, bisa parah nantinya&#8230;</p>
<p>Meskipun tidak bisa dipukul rata, tetapi saya amati sekarang ini mental para pelajar di Indonesia (khususnya yang saya lihat) makin payah saja. Kerjanya membolos, hura-hura, merokok, dan sebagainya. Yah, wajar saja kalau kualitas lulusannya dipertanyakan.</p>
<p>Memang tidak semuanya seperti itu. Tapi realitas yang saya lihat menunjukkan gejala seperti itu.</p>
<p>Kembali ke masalah sinetron tadi. Menurut saya sinetron yang saya sebutkan tadi tidak layak untuk ditayangkan di televisi. Selain temanya tidak menarik, nilai-nilai yang dikandung juga sangat merusak mental pelajar.</p>
<p>Bagaimana menurut Anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wahyuwibowo.net/kritik-untuk-sinetron-guruku/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sinetron Bertema Religi</title>
		<link>http://www.wahyuwibowo.net/sinetron-bertema-religi</link>
		<comments>http://www.wahyuwibowo.net/sinetron-bertema-religi#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Aug 2008 14:18:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wahyuwibowo.net/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Saya kok merasa sepertinya ada yang kurang pas dengan sinetron-sinetron bertema religi yang akhir-akhir ini lagi marak di layar televisi kita. Apa memang nggak suka dengan sinetron? Saya rasa bukan karena itu. Asalkan temanya bagus dan jalan ceritanya tidak &#8220;mbulet-bulet&#8221; saya pasti suka.
Kalau saya perhatikan belakangan ini hampir semua stasiun televisi menayangkan sinetron yang bertema [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya kok merasa sepertinya ada yang kurang pas dengan sinetron-sinetron bertema religi yang akhir-akhir ini lagi marak di layar televisi kita. Apa memang nggak suka dengan sinetron? Saya rasa bukan karena itu. Asalkan temanya bagus dan jalan ceritanya tidak &#8220;mbulet-bulet&#8221; saya pasti suka.</p>
<p>Kalau saya perhatikan belakangan ini hampir semua stasiun televisi menayangkan sinetron yang bertema religi. Sebenarnya bagus-bagus saja selama alur ceritanya cukup Islami. Tapi kalau ceritanya seperti yang ditayangkan di televisi itu, ya sama saja bohong.</p>
<p>Judulnya saja yang dibuat seolah-olah Islami, tapi isinya nggak bermutu sama sekali. Asal ada istilah-istilah Arabnya jadilah sinetron Islami. Apa iya seperti itu? Tapi mohon maaf, ini hanya pendapat saya secara pribadi. Barangkali banyak yang tidak sependapat dengan saya.</p>
<p><span id="more-82"></span></p>
<p>Yang saya khawatirkan adalah bagaimana jadinya kalau perilaku yang ditampilkan di sinetron-sinetron tersebut dijadikan &#8220;acuan&#8221; dalam berperilaku secara Islami. Bagaimana cara berdandannya, pergaulannya, tingkah lakunya dan sebagainya.</p>
<p>Padahal kalau saya amati, banyak sekali perilaku yang tidak Islami &#8212; sepanjang yang saya ketahui &#8212; diperlihatkan di sinetron yang bertema religi tersebut. Meskipun judulnya kelihatannya islami tapi kenyataannya tidak ada bedanya dengan sinetron-sinetron yang lainnya.</p>
<p>Tema yang ditonjolkan masih sama saja. Kalau tidak berkisar roh halus, pastilah tentang pacaran, perselingkuhan, rebutan harta warisan, dan sebagainya. Masak nggak bisa bikin cerita yang agak ilmiah sedikit sih?</p>
<p>Yang membuat saya lebih prihatin lagi adalah penggambaran tokoh-tokoh di dalam sinetron tersebut. Budaya pacaran dan pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan masih menjadi tema sentral dalam ceritanya.</p>
<p>Meskipun pengetahuan agama saya masih kurang, tetapi saya bisa menilai bagaimana perilaku yang Islami dan yang bukan. Yah, semoga saja yang menonton sinetron-sinetron tersebut bisa memilah-milah perilaku mana yang sesuai dengan ajaran Islam dan mana yang bukan.</p>
<p>Menjelang bulan Ramadhan ini saya yakin akan lebih banyak lagi tayangan yang seperti itu. Mungkin yang bisa kita lakukan hanya berdoa, semoga para produser itu mendapat hidayah dari Allah SWT dan dibukakan hatinya agar membuat sinetron yang lebih berbobot dan mendidik.</p>
<p>Bagaimana pendapat Anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wahyuwibowo.net/sinetron-bertema-religi/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
