Musim pendaftaran CPNS telah tiba. Banyak orang tiba-tiba menjadi super sibuk, lari kesana-kemari mencari informasi, mengurus syarat-syarat pendaftaran, cari kartu kuning dan seabreg persyaratan lainnya. Pokoknya daftar sebanyak-banyaknya, biar peluangnya semakin besar.
Beberapa hari lalu sekilas saya lihat di MetroTV, ada sekitar 25 ribu peserta yang mengikuti seleksi pendaftaran CPNS Departemen Kesehatan. Wuih… banyak sekali ya. Padahal berapa sih yang dibutuhkan?
Mungkin di departemen lain jumlah pesertanya lebih banyak lagi. Total peserta seleksi seluruh Indonesia (termasuk CPNS daerah) bisa jadi mencapai jutaan. Itu berarti PNS masih menjadi profesi yang favorit, benar nggak ya?
Saking favoritnya, banyak orang menempuh segala cara agar bisa diangkat sebagai PNS. Hal ini pula yang menjadi “peluang bisnis” bagi sebagian oknum untuk meraup untung, diantaranya menjadi calo PNS. Emang ada ya?
Saya sendiri tidak tahu. Kabarnya sih begitu, entah benar atau tidak. Saya pernah dengar cerita dari kakak saya yang mengikuti Jambore PLKB di Jakarta. Waktu itu dia ketemu dengan peserta lain dari seluruh Indonesia, termasuk yang kerja di pusat.
Iseng-iseng kakak saya itu tanya ke temannya. Pertanyaannya begini:
“Mbak, apa benar kalau seleksi CPNS di pusat itu selalu bersih (dari KKN)?”
Temannya itu menjawab,
“Kita sih maunya apa adanya mbak. Tapi atasan-atasan kita yang nggak mau.”
Apa kesimpulan Anda? Ya, begitulah. Entah benar atau tidak, ternyata di pusat pun, yang katanya relatif bersih dari KKN tidak bisa lepas dari kasus seperti itu. Mungkin yang benar-benar murni dari tes hanya beberapa persen saja.
Memang susah kok memberantas praktek-praktek seperti itu. Di daerah pun demikian. Dari desas-desus yang saya dengar (di daerah saya), kalau mau diterima jadi PNS, untuk tingkat S-1 harus siap-siap dana 100 juta. Begitu SK turun segera dilunasi.
Wah kalau begitu kok jadi terbalik-balik ya?
Seharusnya kita kerja kan untuk cari duit. Lha ini malah sebaliknya. Duit cari kerja…..
Buat teman-teman yang lagi sibuk daftar CPNS, mari kita membuka usaha saja. Nggak jadi PNS tidak apa-apa. Masih banyak kok profesi lain yang menjanjikan penghasilan lebih besar.
Gimana pendapat Anda?

November 17th, 2008 at 9:06 am
saya kira ada oknum yang menjadi calo pns. karena saya juga pernah dengar seperti itu. klo di daerah rumah nenek saya,mau jadi camat aja harus bayar 65 juta kg. itu yang saya dengar dari kabar angin penduduk disana. menurut saya enak wirausaha, daripada jadi pns. karena klo wirausaha kita gak perluh disuruh-suruh.
November 18th, 2008 at 10:47 am
kalau belum jadi aja udah gak bener nanti kerjanya juga jadi gak bener
November 18th, 2008 at 2:41 pm
“Bayar mahal untuk jadi pns adalah perbuatan yang sangat cengeng,dengan uang sampai 50-60jt kita sudah bisa jadi boss,hanya memang pola fikir “inlander” yang masih melekat di benak bangsa kita ini memang sulit untuk dikikis.”
December 4th, 2008 at 2:02 pm
Ga smwnya begitu. Masih banyak jg PNS yg bener…
December 5th, 2008 at 11:24 am
Benar mbak. Alhamdulillah kakak saya juga jadi pns tanpa kkn.
December 11th, 2008 at 10:52 pm
Bener!
Temenku jd PNS di Depnaker jg murni krn lolos tes, tanpa bayar, tanpa kenal orang dalam juga, tanpa KKN pokoke. Emang udh rejekinya jd PNS kali ya.
December 13th, 2008 at 1:29 pm
Hi, saya mampir kesini setelah meng-google PNS. Saya sedih banget, adik saya sudah lulus tes tulis dan wawancara tapi gagal masuk setelah diminta duit 70 juta! Saya sangat tidak mengerti otak korupsi yang memalukan ini, gaji seorang PNS aja gak begitu banyak, tega banget minta duit sebanyak itu. Katanya memberantas korupsi, tapi omong doang!