Dari tahun ke tahun jumlah pengangguran di Indonesia bukannya turun tapi malah semakin naik. Angkanya saya sendiri tidak tahu secara pasti. Yang jadi pertanyaan, kenapa bisa seperti ini sih?
Menurut saya ada beberapa faktor yang menyebabkan bisa seperti itu, yaitu:
1. Pemalas
KIta malas berusaha. Gimana mau dapat pekerjaan kalau malas membuat lamaran kerja. Gimana mau diterima kalau asal-asalan dalam membuat lamaran. Kalau memang mau menjadi pegawai harusnya kita serius dalam mempersiapkan diri.
Mulai dari menulis lamaran, tes seleksi hingga wawancara semuanya harus dipersiapkan secara sungguh-sungguh.
2. Suka pilih-pilih jenis pekerjaan
Maunya bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikan. Gengsi katanya. Wajar dong kalau pekerjaan nggak dapet-dapet juga. Yang lebih parah lagi adalah kebiasaan menyogok untuk mendapatkan kerja sesuai dengan yang diinginkan.
3. Maunya jadi pegawai, nggak mau wirausaha
Ini adalah penyakit turun-temurun dari bangsa Indonesia yang sangat sulit untuk diobati. Wajar dong kalau lapangan kerja sangat terbatas. Lha wong yang menciptakan lapangan kerja (wirausaha) juga sedikit.
Sejak lama kita sudah terbuai dengan enaknya jadi pegawai. Tiap bulan dapat gaji, lebaran dapat THR, dan dapat pensiun. Nyaman bukan? Bandingkan dengan kalau kita wirausaha.
4. Tidak mau ambil resiko
“Saya bersedia tidak digaji selama 3 bulan pertama jika diterima bekerja di kantor bapak. Dengan demikian bapak tidak akan rugi. Jika bapak tidak puas dengan hasil kerja saya selama 3 bulan tersebut, bapak bisa pecat saya.”
Adakah yang berani mengambil resiko seperti itu? Saya yakin sedikit sekali. Padahal kalau dipikir-pikir itu justru menguntungkan si pencari kerja. Selama 3 bulan tersebut ia bisa menimba pengalaman sebanyak-banyaknya.
Meskipun akhirnya dipecat juga, toh dia sudah mendapat pengalaman kerja 3 bulan. Ini kan sudah lumayan.
5. Kriteria pengangguran mungkin salah kali
Sebenarnya kriteria bekerja itu seperti apa sih? Apakah yang kerja pagi hingga sore di kantor? Ataukah yang punya pekerjaan tetap? Atau barangkali juga orang yang jam kerjanya minimal 40 jam seminggu. Terus yang selain itu dianggap pengangguran?
Wah, kalau seperti itu saya pun termasuk pengangguran dong. Hehehe…nasib, nasib.

April 15th, 2008 at 2:17 am
Saya setuju dengan pendapat om wahyu diatas, kebanyakan dari kita memang sudah terdoktrinasi kalo dah lulus yang pertamakali dipikirkan adalah mencarai kerja padahal masih banyak pilihan lain selain harus bekerja yaitu misalkan menjadi pengusaha. Tetapi biasanya orang akan berwirausaha jika :
1. Karena Kepepet, alias dimana-mana ga ditrima kerja
2. Modal Nekat dan terpaksa
3. Pendidikan yang kurang atau kuliah tetapi IPK-nya rendah sehingga ga bisa cari kerja
Alasan diataslah yang banyak melahirkan wirausaha di Indonesia
Wahyu:
Nekat dan terpaksa itu bukan modal dab…
April 15th, 2008 at 8:40 pm
Ya, itulah mental bangsa kita, termasuk saya juga. Jadi ingat, saya sekarang juga lagi kepepet nih.
May 30th, 2008 at 9:15 am
[...] mayoritas pengunjung menemukan blog saya ini melalui kata kunci “pengangguran”, dan ini dia posting aneh yang paling sering [...]
June 24th, 2008 at 4:42 pm
heheh
mas Wahyu emang tuch tini lagi maw buat makalah tentang pengangguran ketemu web mas wahyu, wah bisa nanya nanya lagi ga nech,
June 28th, 2008 at 5:33 pm
Lha kalau mas Wahyu sebenarnya kerja apa dan di mana ya? Bagus dan praktis bener tulisannya. Makasih. Sy sedang menulis makalah tentang pendidikan berorientasi kerja. Tulisan mas Wahyu merupakan sisi lain yang harus mendapatkan perhatian saya. Makasih.
Suparlan