Posted by Wahyu Wibowo on August 24th, 2008, under
Inspirasi |
No Comments »
Jangan salah baca loh, Super Phelps, bukan Super Pel, pembersih lantai itu…
Tahukah Anda siapa Mr Phelps ini? Saya yakin Anda tidak mengenalnya, sama seperti saya. Mr Phelps ini adalah seorang atlet renang asal Amerika Serikat yang berlaga di Olimpiade Beijing 2008.
Nama sebenarnya adalah Michael Phelps. Barangkali ketenarannya masih kalah jauh dibandingkan David Beckham, pemain bola yang kondang itu. Namun kiranya kita patut salut dengan prestasi Phelps ini. Dia merupakan salah satu pahlawan bagi negaranya, Amerika Serikat dalam Olimpiade Beijing 2008.
Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 8 medali emas dia sumbangkan untuk negaranya. Sungguh luar biasa. Ingat negara kita hanya mendapat 1 emas dari bulutangkis. Yang mengagumkan, perolehan medali emas sebanyak itu baru kali ini terjadi.
Baca selengkapnya
Posted by Wahyu Wibowo on August 23rd, 2008, under
Dinamika Negeriku |
No Comments »
Jadi anggota dewan itu memang enak. Dapat gaji yang selangit, fasilitas serba wah, tak ketinggalan tunjangan berlimpah. Tiap datang rapat pasti dapat jatah amplop. Pergi kemana saja gratis malah dapat uang segala macam lagi. Pokoknya masa depan terjamin kalau bisa jadi wakil rakyat.
Tak heran jika orang berebut untuk mendapatkan jabatan itu. Siapa sih yang tidak tergiur dengan segala kemewahan yang akan didapatkan? Berbagai cara pun ditempuh untuk bisa mencapai tujuan tersebut. Ada yang mengandalkan popularitas dan ada pula yang berbekal hubungan keluarga. Tak peduli cara yang ditempuh itu terpuji atau tidak, yang terpenting maksud tercapai.
Akankah nantinya negeri tercinta ini dipenuhi dengan anggota dewan yang seperti itu?
Baca selengkapnya
Posted by Wahyu Wibowo on August 22nd, 2008, under
Pendidikan |
No Comments »
Beberapa waktu yang lalu — tepatnya saya lupa — pemerintah setuju untuk menaikkan anggaran pendidikan menjadi 20 persen dalam APBN tahun mendatang. Banyak kalangan yang menilai bahwa langkah itu bernuansa politis.
Tentu semua tahu kalau beberapa bulan lagi negeri tercinta ini akan ada hajatan besar. Apalagi kalau bukan Pemilu untuk memilih wakil rakyat serta presiden dan wakil presiden. Pengamat politik mengatakan bahwa langkah pemerintah itu bertujuan untuk mendongkrak popularitas pemerintah di mata rakyat. Biar dikatakan memperjuangkan hak-hak rakyat. Yah, namanya juga pengamat politik.
Kalau saya pribadi — saya bukan pengamat politik loh — langkah tersebut patut didukung. Walau bermuatan politik, langkah itu memang harus dan wajib ditempuh. Kapan lagi kalau bukan saat ini. Nggak mungkin kan menunggu dua atau tiga tahun lagi. Nggak sempat. Pemerintahan sekarang kan nggak sampai setahun lagi, iya kan?
Baca selengkapnya
Posted by Wahyu Wibowo on August 21st, 2008, under
Topik Umum |
No Comments »
Sungguh menggelikan atraksi yang diperlihatkan oleh para tersangka koruptor di negeri ini. Sudah jelas-jelas salah, eh masih berdebat memperebutkan siapa yang benar. Tak hanya itu masing-masing saling berlomba untuk menjebloskan lawannya ke penjara.
Barangkali mereka berpikir jangan sampai saya sendirian masuk penjara. Enak saja mereka ongkang-ongkang kaki di rumah sementara saya mendekam di penjara. Harus dikasih pelajaran nih… Itu mungkin yang menjadi pemikiran para tersangka itu.
Coba Anda perhatikan kalau televisi sedang menayangkan berita korupsi. Lihat bagaimana perilaku para tersangka korupsi itu. Tidak ada yang mau kalah, kan?. Semuanya saling melempar tudingan yang menyakitkan. Ada yang menganggap lawannya kurang waras, sakit jiwa, dan sebagainya. Wah kalau kondisi seperti terus berlanjut yang senang wartawan dong.
Baca selengkapnya
Posted by Wahyu Wibowo on August 20th, 2008, under
Personal |
2 Comments »
Ini adalah kali pertama saya menjadi MC di acara 17 Agustus di kampung. Duh, untung nggak ada sabotase. Sempat deg-degan, nervous, keringatan, dan demam panggung, tapi akhirnya sukses juga penampilan perdana itu. Kalau dinilai, berapa ya nilainya …
Nggak tahu deh.
Yang menjadi kekhawatiran saya setiap kali ada acara di kampung adalah seandainya saya didaulat menjadi MC alias pembawa acara. Nggak berani? Bukan karena itu. Permasalahan utamanya adalah saya kurang mahir menggunakan “kromo inggil” bahasa Jawa.
Padahal mau nggak mau kalau menjadi pembawa acara di kampung apalagi acara resepsi atau layatan harus memakai bahasa Jawa. Nggak heran kalau mengikuti pertemuan RT saya hanya jadi pendengar setia saja. Nggak berani ngomong pakai bahasa Jawa. Takut salah soalnya.
Baca selengkapnya