Posted by Wahyu Wibowo on April 9th, 2008, under
Topik Umum |
3 Comments »
“Mas, kapan nih nyusul?”
Lagi-lagi pertanyaan itu yang muncul setiap kali ada teman saya yang menikah. Siapa sih yang nggak pengin menikah? Saya juga pengin. Tapi nanti, kalau waktunya sudah tepat. Hehehe…cari alasan saja.
Kebanyakan teman-teman saya pada menikah di usia 23-25 tahun. Sebenarnya usia berapa sih idealnya kita menikah? Bagaimana kalau usianya sudah lebih dari 40 tahun, tapi belum nikah? Loh, kok malah mbahas ini sih…
Kembali ke pertanyaan tadi. Berhubung yang ditanya itu cowok, tentu jawabnya nyantai saja. Tetapi coba kalau yang ditanya itu cewek? Pasti efeknya akan berbeda. Kenapa ya, pertanyaan semacam itu bisa muncul?
Sudah umum terjadi di masyarakat kita, orang yang belum menikah di usia yang mendekati 30 tahun (terutama cewek) pasti akan menjadi topik pembicaraan yang seru. Kira-kira apa saja yang digosipkan? Silakan dipikirkan sendiri…
M. Fauzil Adhim menulis betapa Indahnya Pernikahan Dini dalam bukunya yang ternyata menjadi best-seller. Lain halnya dengan Salim A Fillah. Dia bilang begini, betapa Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan. Hehehe… Benar nggak sih? Saya sendiri belum tahu, soalnya belum mengalami.
Ngomong-ngomong, buku yang mengulas tentang pernikahan kok hampir semuanya jadi best-seller ya. Pertanda apakah ini?
Baca selengkapnya
Posted by Wahyu Wibowo on April 8th, 2008, under
Renungan |
No Comments »
Pernahkah Anda membayangkan gimana seandainya tidak ada mesin fotokopi? Tentunya repot sekali. Benarkah demikian?
Saya jadi berpikir. Dulu sebelum ada mesin fotokopi seperti apa ya? Mungkinkah semuanya ditulis tangan. Bagaimana rasanya menyalin buku yang tebal. Sanggupkah Anda jika disuruh mencatat 100 halaman sehari? Wah, capek deh. Apa iya seperti itu?
Jaman memang sudah berubah. Coba saja anak sekarang disuruh menyalin buku. Tidak usah banyak-banyak. Cukup 5 halaman saja. Pasti mengeluh. Alasannya capek, nggak ada waktu, buang-buang waktu, dan sebagainya.
Kalau dipikir-pikir mencatat itu manfaatnya banyak sekali lho. Peribahasa mengatakan, sambil menyelam minum air. Saya rasa peribahasa tersebut cocok sekali jika diterapkan pada kasus ini. Maksudnya adalah kita bisa belajar sambil mencatat. Selain dapat ilmunya kita juga punya catatan. Hemat waktu bukan?
Coba bandingkan dengan fotokopi? Apakah setelah difotokopi materi tersebut langsung dipelajari? Hebat kalau bisa seperti itu. Kebanyakan langsung disimpan. Dibaca nanti kalau mau ujian saja. Iya, kan? Ngaku saja deh… Saya juga seperti itu kok, hehehe…
Baca selengkapnya
Posted by Wahyu Wibowo on April 8th, 2008, under
Renungan |
3 Comments »
Ini benar-benar nyata. Saya sendiri juga heran masak iya sih nggak bisa nginstal program. Padahal katanya dia kuliah di Teknik Informatika. Anda bisa membayangkan seperti apa kalau lulus nanti. Dunia ini memang penuh dengan hal-hal yang tidak terduga.
Tapi setelah saya pikir-pikir bisa saja kan? Mungkin saja dia adalah mahasiswa baru yang belum tahu apa-apa. Kalau kasusnya seperti ini masih bisa diterima. Tapi kalau ternyata dia sudah hampir lulus, ini yang jadi pertanyaan.
Dulu waktu saya pertama masuk perguruan tinggi pernah juga mengalami kejadian seperti itu. Bahkan lebih parah. Saya kuliahnya di jurusan Teknik Elektro. Diajari dasar-dasar pemrograman oleh dosen saya. Nggak paham sama sekali.
Waktu itu saya belum punya komputer sama sekali. Bisa dibayangkan gimana pusingnya. Mau belajar programming tapi nggak punya komputer. Mau pakai komputer di laboratorium, nggak berani. Maklum mahasiswa baru.
Apa yang saya lakukan kemudian?
Baca selengkapnya
Posted by Wahyu Wibowo on April 7th, 2008, under
Teknologi Informasi |
No Comments »
Anda jangan ketawa kalau membaca judul posting ini. Sengaja saya tambahkan tanda petik karena istilah “mengemis” hanyalah karangan saya saja. Gimana sih caranya menjadi pengemis di dunia maya alias Internet ini?
Di kehidupan sehari-hari istilah mengemis selalu mengandung konotasi yang jelek. Kumuh, kotor, penyakitan, jorok dan sebagainya. Pokoknya yang jelek-jelek. Orang bilang meminta-minta itu memang pekerjaan yang kurang terpuji. Itu memang benar.
Tapi yang saya maksudkan di sini beda lho. Itu sebabnya ada tanda petik di judul tersebut. Dan ini ada hubungannya dengan aktivitas coding. Programming maksudnya. Orangnya disebut dengan programmer, termasuk saya.
Anda pernah melihat gambar seperti di bawah ini?

Jika Anda termasuk orang yang sering mencari dan mendownload software gratisan di Internet pasti pernah melihat gambar seperti itu. Donasi, istilah kerennya. Di sini saya menyebutnya “mengemis”. Hehehe…
Baca selengkapnya
Posted by Wahyu Wibowo on April 4th, 2008, under
Topik Umum |
2 Comments »
Kedaulatan Rakyat hari ini memuat berita yang cukup mengagetkan, terutama bagi calon jamaah haji 2008. Biaya naik haji tahun ini naik 500 dollar. Berita ini cukup membuat pusing kedua orang tua saya yang rencananya tahun ini hendak menunaikan ibadah haji.
Bagi yang bergelimang harta mungkin kenaikan sebesar itu tidak terlalu merisaukan. Namun bagi yang penghasilannya pas-pasan tentulah agak berat. Apalagi informasinya cukup mendadak.
Alasan kenaikan tersebut adalah biaya transportasi perjalanan ke Mekah yang ditetapkan pihak maskapai penerbangan juga naik. Yah, semoga saja kenaikan tersebut diimbangi dengan peningkatan pelayanan selama proses ibadah haji berlangsung.
Baca selengkapnya