Susahnya Tinggal di Desa

Pengin tahu gimana susahnya tinggal di pedesaan? Simak penuturan saya di tulisan ini, hehehe… (gaya penyiar radio). Ada baiknya Anda pertimbangkan matang-matang sebelum memutuskan untuk pindah ke desa (bagi yang mau pindah tentunya).

Saya tidak bermaksud menakuti-nakuti, hanya sekedar berbagi cerita saja. Kebetulan saya tinggal di desa. Desa yang jauh dari perkotaan namun cukup maju. Yang jelas cerita saya ini ada kaitannya dengan masalah keuangan dan gaya hidup di desa.

Jika kita tidak ekstra hati-hati bisa jadi kondisi keuangan kita akan mudah jebol. Jangan kira tinggal di desa nggak bisa menjebolkan keuangan keluarga. Terutama bagi yang sudah berkeluarga. Hehehe… untungnya saya belum berkeluarga.

Oke, saya mulai saja ceritanya, biar Anda tidak penasaran.

Baca selengkapnya

Pengalaman Upgrade WordPress versi 2.5

Beberapa hari yang lalu saya meng-upgrade engine WordPress di blog ini ke versi 2.5. Sebelumnya saya memakai versi 2.3 yang serba biru (atau ungu ya). Beruntung saya tidak menemui kesulitan yang cukup berarti dalam proses upgrade tersebut.

Saya pikir tampilan versi yang terbaru ini masih sama dengan versi sebelumnya. Eh, ternyata berbeda sekali. Lebih fresh dan lebih cerah dibandingkan sebelumnya. Hanya saja saya lihat di bagian homepage, warna merah sepertinya kurang pas pemakaiannya.

Yang cukup mengagetkan saya, penggunaan AJAX di versi 2.5 ini ternyata sangat dominan. Sekedar informasi, AJAX ini sangat tidak bersahabat apabila bandwidth Internet yang kita pakai sangat kecil, seperti di Indonesia ini.

Hal ini saya rasakan saat membuat posting. Saya akui memang lebih bagus, namun yang sedikit mengganggu adalah saat proses upload dan insert gambar. Pada versi 2.5 ini sepertinya untuk mengupload gambar lebih susah dibandingkan versi sebelumnya.

Baca selengkapnya

Kiat Menghindari Stress

Siapa sih yang tidak pernah mengalami stress? Dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita menghadapi berbagai persoalan yang membuat kita stress. Entah itu masalah keluarga, pekerjaan, maupun permasalahan lainnya, semuanya berpotensi menimbulkan stress.

Bagaimana cara kita untuk menghindari stress ini?

Ada satu kiat praktis yang bisa kita praktekkan agar kita terhindar dari stress. Yaitu belajar dari anak kecil. Anda tentunya pernah mengalami masa-masa menyenangkan di waktu kecil. Coba sekarang Anda bayangkan. Menyenangkan sekali bukan?

Apa yang menarik dari seorang anak kecil? Dunia anak kecil memang dunia yang serba menyenangkan. Bermain-main, bersenda gurau, dan tertawa riang. Pokoknya tidak ada yang tidak menyenangkan. Tanpa beban dan tanpa masalah.

Banyak sekali sifat anak-anak yang kita bawa hingga dewasa. Namun, biasanya yang kita bawa cenderung sifat-sifat yang negatif. Yaitu, sifat manja dan egois atau mau menang sendiri. Iya kan? Hayoo, ngaku saja.

Kalau kita memiliki sifat egois dan manja, itu adalah bawaan sejak kita masih kecil dulu. Mungkin ada baiknya kita belajar mengurangi sifat egois dan manja itu. Karena tidak bermanfaat bagi kita. Sifat egois dan manja itu juga yang sering menyebabkan kita jadi stress.

Kenapa bisa begitu? Karena kita jadi tidak mau berbagi dengan orang lain, saling menyakiti, dan sebagainya. Kok nggak nyambung ya? Hehehe…

Pelajaran apa yang bisa kita petik dari dunia anak kecil? Banyak sekali, tapi yang jelas intinya adalah tertawa dan tersenyum. Belajarlah untuk tertawa dan tersenyum sekalipun kita lagi menghadapi masalah yang cukup berat.

Baca selengkapnya

Gile, Ada Telepon Nyasar Lagi

Pagi tadi saya dapat telepon yang rada aneh. Sekitar jam 7, lagi asyik-asyiknya coding, tiba-tiba hp saya bunyi. Setelah saya angkat, di seberang sana terdengar suara cewek yang cukup mengagetkan sekaligus membuat saya geli.

“Dik, ini gimana nih, aku kok nggak paham dengan tulisannya…”

Apa-apaan nih. Masak pagi-pagi sudah dapat komplen. Saya lihat nomor handphone mbak ini tidak ada di daftar. Wah jangan-jangan telepon nyasar lagi nih. Saya tanya siapa dia. Dia ngaku, namanya mbak Fitri.

Yang membuat saya heran kok dia panggilnya persis nama saya ya. Saya jadi berpikir, jangan-jangan cewek ini lagi ngerjain saya. Satu lagi yang membuat saya agak bete, mbak ini memanggil saya dengan sebutan “dik”. Duh malang bener, masak saya dianggap anak kecil.

Baca selengkapnya

Google Kok Pilih Kasih Ya

Saya sedikit heran dengan blog ini. Hanya dalam hitungan menit setelah saya selesai posting ternyata sudah nongol di Google. Beda sekali dengan blog saya yang satu lagi, lama sekali baru bisa masuk indeks Google.

Padahal sepertinya kedua blog tersebut tidak jauh berbeda. Sama-sama pakai Wordpress, plugin yang saya install pun sama. Tapi kok perlakuan Google beda ya. Jangan-jangan Google ini pilih kasih nih?

Bedanya di blog ini, Wordpress saya install di document root, sedangkan di blog satunya lagi saya sengaja menginstalnya di direktori tersendiri. Apakah ini yang menjadi penyebabnya? Tapi kayaknya bukan karena hal ini.

Ngomong-ngomong, ini plugin yang saya pakai:

Rasanya tidak ada yang aneh dengan plugin di atas. Saya pikir semuanya cukup standar. Jadi sementara ini saya menyimpulkan kalau permasalahannya terletak di Google. Entah apa penyebabnya saya sendiri belum tahu.

Atau barangkali ada yang tahu kenapa bisa seperti ini?

Page 3 of 5«12345»

Posting Terbaru

Komentar

    • boyocreative: thanks buat infonya nih mas... saya newbie di dunia blog. ...
    • aning: gimana caranya gabung?saya ingin sekali join ...
    • Wahyu Wibowo: Ide yang cemerlang ... ...
    • bocahmiring: bagaimana kalau digabung? jadi mobile web application? platform independent, jadi ndak ...
    • Ms.Sinaga: Hi, saya mampir kesini setelah meng-google PNS. Saya sedih banget, ...
    • Yana: Kenapa judul 'kotor' pake tanda kutip ya? Bukankah bengkel motor memang ...
    • Yana: Mau sharing aja nih. Aku dulu sempet kursus bahasa Inggris di ...
    • Yana: Bener! Temenku jd PNS di Depnaker jg murni krn lolos tes, ...
    • Yana: Syaratnya teknisnya ga ada ya?! ...
    • Kang Nur: wah, saya belum dapat uang dari ngeblog. belum pasang iklan. ...